Thursday, June 18, 2015

Samsung dominasi paten otomotif


Walaupun Samsung jarang membicarakan tentang produk otomotif generasi berikutnya dibandingkan dengan perusahaan seperti Tesla atau Google, namun diam-diam mereka memiliki koleksi paten terbesar dan terluas di bidang otomotif diantara semua perusahaan yang menaruh minat di segmen ini, termasuk pada baterai dan sel bahan bakar untuk kendaraan generasi berikutnya.

Berdasarkan data paten yang berhasil dikumpulkan oleh Forbes, Samsung memiliki 3.094 paten terdaftar yang terkait dengan produk otomotif, dimana sekitar 632 paten diantaranya diterbitkan pada tahun 2014 saja. Anda bisa membandingkan dengan Google, yang telah mengamankan 147 paten otomotif di tahun 2014, diikuti oleh Tesla dengan 101 paten dan Apple dengan 78 paten. Uber yang terkenal dengan layanan transportasinya yang sudah mendunia bahkan total cuma memiliki 12 paten saja hingga saat ini.

Jika melihat tabel dibawah ini, Samsung memiliki hampir dua kali lipat jumlah paten otomotif di tahun 2014 dari gabungan paten mik Google, Apple, Tesla dan Uber.


Samsung Group sebelumnya dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk kembali terjun di bisnis otomotif setelah melihat tren pasar terbaru dan kemampuan perusahaannya yang lebih dari cukup untuk bisa membuat mobil pintar sendiri.

Pada bulan Februari, Samsung SDI, anak perusahaan solusi energi dan material elektronik milik Samsung Group, telah mengakuisisi bisnis baterai milik Magna International, pemasok otomotif global terkemuka yang berbasis di Austria. Akuisisi ini akan meningkatkan kemampuan Samsung SDI dalam memproduksi baterai untuk kendaraan listrik.

Selain baterai dari Samsung SDI, Samsung juga telah masuk pada bisnis komponen elektronik untuk kendaraan melalui Samsung Electro-Mechanics.

Awal bulan ini, Samsung mengumumkan bahwa mereka telah berinvestasi sebesar $6,5 juta di Vinli, pengembang platform connected car yang menyediakan aplikasi dan layanan bagi konsumen, pengembang, dan distributor. Dengan hardware canggih Vinli dan platform terbuka, pengembang dapat membuat aplikasi dan solusi yang bekerja di lebih dari 700 juta kendaraan di seluruh dunia melalui App Store yang bisa diakses oleh konsumen.


No comments:

Post a Comment