Thursday, January 29, 2015

Targetkan Smart TV, YouTube sekarang default ke HTML5


YouTube pada hari Selasa (27/1) kemarin mengumumkan bahwa mereka telah meninggalkan Adobe Flash untuk default playback buat video streaming dan beralih sepenuhnya ke HTML5. Menurut tim pengembang YouTube, semua keterbatasan yang ada pada HTML5 - termasuk dukungan buat Adaptive Bitrate (ABR) yang memungkinkan penayangan video dengan sedikit buffering - kini telah teratasi melalui kerjasama dengan vendor browser dan komunitas web.

Kemajuan ini telah menguntungkan bukan hanya masyarakat YouTube, tapi seluruh industri. Penyedia konten lainnya seperti Netflix dan Vimeo, serta perusahaan-perusahaan seperti Microsoft dan Apple telah menganut HTML5 dan menjadi kontributor kunci dari keberhasilannya," kata Richard Leider, Engineering Manager di YouTube dalam blog resmi YouTube Developers. "Dengan menyediakan sebuah platform standar yang terbuka, HTML5 juga memungkinkan kelas baru dari perangkat seperti Chromebook dan Chromecast. Anda dapat mendukung HTML5 dengan menggunakan <iframe> API dimana-mana ketika Anda menanamkan video YouTube di web."

Manfaat HTML5 telah melampaui browser web, dan sekarang juga digunakan dalam Smart TV dan perangkat streaming lainnya. Berikut adalah beberapa teknologi kunci yang memungkinkan langkah penting ini ke depan:

Ekstensi MediaSource

Streaming Adaptive Bitrate (ABR) sangat penting untuk memberikan pengalaman video berkualitas bagi pemirsa - yang memungkinkan yang memungkinkan untuk menyesuaikan resolusi dan bitrate dengan cepat dan mulus dalam menghadapi perubahan kondisi jaringan. ABR telah mengurangi buffer lebih dari 50 persen secara global dan sebanyak 80 persen pada jaringan yang berat dan padat. Ekstensi MediaSource juga memungkinkan live streaming di konsol game seperti Xbox dan PS4, pada perangkat Smart TV dan browser web.

Codec video VP9

HTML5 memungkinkan Anda mengambil keuntungan dari codec VP9 yang terbuka, yang memberikan resolusi video berkualitas tinggi dengan pengurangan bandwidth rata-rata 35 persen. File-file yang lebih kecil memungkinkan lebih banyak orang untuk mengakses video HD dan 4K pada 60FPS - dan video bisa dimulai 15-80 persen lebih cepat.

Ekstensi Media Terenkripsi (Encrypted Media Extensions)

Di masa lalu, pilihan platform pengiriman (Flash, Silverlight, dll) dan teknologi perlindungan konten (Access, PlayReady) sangat terkait erat, dengan perlindungan konten yang sangat terintegrasi ke dalam platform pengiriman dan bahkan format file. Encrypted Media Extensions akan memisahkan pekerjaan perlindungan konten dari pengiriman, memungkinkan penyedia konten seperti YouTube untuk menggunakan pemutar video HTML5 tunggal di berbagai platform. Dikombinasikan dengan Common Encryption, akan dapat mendukung beberapa teknologi perlindungan konten pada platform yang berbeda dengan satu set aset, membuat pemutaran video lebih cepat dan halus.

WebRTC

YouTube memungkinkan semua orang untuk berbagi video mereka dengan dunia, apakah mengunggah video pre-recorded atau siaran langsung. WebRTC memungkinkan untuk penyediaan alat-alat penyiaran dari dalam browser tanpa plug-in sama sekali.

Layar Penuh (Full Screen)

Menggunakan fullscreen API terbaru di HTML5, YouTube mampu memberikan pengalaman tayangan fullscreen dengan standar HTML UI.



No comments:

Post a Comment