Smartphone Tizen akan memainkan peranan penting dalam strategi pemasaran Samsung di 2015


Tahun baru telah dimulai dan beberapa produsen smartphone siap untuk memulai debut mereka di pasar smartphone global setelah tahun lalu didominasi oleh perangkat murah dari vendor asal China. Samsung Electronics yang terus berjuang mengatasi penurunan penjualan smartphone sejak tahun lalu, telah menghabiskan enam bulan terakhir untuk mempersiapkan rilis smartphone Tizen terbaru, yang akan diperkenalkan di India bulan ini.

Smartphone Tizen dengan nama Samsung Z1 ini sebenarnya direncanakan untuk diluncurkan sejak bulan lalu, namun kemudian perilisannya ditunda. Versi prototype smartphone ini sudah diproduksi sejak bulan Juni untuk tujuan pengujian, namun kemudian Samsung mengubah tanggal rilisnya untuk alasan strategis. Samsung Z1 akan dijual dengan harga kurang dari satu juta rupiah di India karena tingginya popularitas smartphone dengan harga terjangkau di sana.

Samsung telah merilis kamera digital dan perangkat wearable dalam seri Gear yang berjalan pada sistem operasi (OS) Tizen, dan juga sudah mengumumkan bahwa semua Smart TV yang dirilis tahun 2015 akan menggunakan OS Tizen. Namun sampai sekarang Samsung masih terjebak dengan OS Android untuk smartphone yang sudah dikenal luas di pasar.

"Tizen tidak hanya untuk smartphone, tetapi adalah sebuah platform yang disiapkan untuk era Internet of Things," kata seorang juru bicara dari Samsung Electronics. "Sangat penting untuk mengamankan platform untuk bertahan hidup di era ketika smartphone, perangkat wearable dan produk elektronik rumah tangga saling berhubungan."

Smartphone Tizen akan memiliki harga awal termurah dari semua smartphone yang pernah diluncurkan oleh produsen smartphone terbesar di dunia ini sejauh ini. Namun Samsung juga masih akan mendapatkan persaingan yang sangat ketat di pasar ponsel murah, karena pemain seperti Xiaomi dan produsen lokal India seperti Micromax, Karbonn dan Spice juga akan segera meluncurkan smartphone dengan harga dibawah sejuta rupiah.

India, dengan populasi 1,2 miliar dan tingkat penetrasi smartphone cuma 20 persen, adalah tempat yang optimal buat Samsung untuk meningkatkan pangsa pasarnya di smartphone murah. Dan tidak seperti produsen asal China lainnya, Samsung memiliki merek yang kuat di India dan selalu menjadi penguasa pangsa pasar smartphone disana.

Smartphone Tizen akan memainkan bagian penting dalam strategi pemasaran Samsung Electronics tahun ini.

Di pasar smartphone premium untuk perangkat yang harganya diatas 7 juta rupiah, Samsung akan terus bersaing dengan Apple dengan seri Galaxy S dan Galaxy Note dan akan menghadapi Huawei di pasar tingkat menengah untuk smartphone berharga kurang dari 5 juta rupiah dengan seri Galaxy A. Di pasar smartphone murah, Tizen akan bersaing dengan produsen China seperti Xiaomi dan produsen lokal lainnya.

"Jika kita menurunkan harganya, kita dapat mencapai volume penjualan yang tinggi dengan margin keuntungan per-unit yang rendah, bahwa walupun kita telah meningkatkan produksinya," kata juru bicara Samsung. "Namun perilisan smartphone Tizen dapat membantu membangun ekosistem Tizen dan memulihkan pangsa pasar kami untuk perangkat berharga murah."

Bahkan untuk tujuan memperluas penetrasi smartphone Tizen di pasar entry level, Samsung electronics siap bekerjasama dengan MediaTek, perusahaan semikonduktor asal Taiwan yang prosesor/SoC buatannya banyak digunakan oleh smartphone Android murah, dan produsen asal China lainnya.