Wednesday, January 28, 2015

Intel dan Samsung masih diatas Qualcomm untuk pasar semikonduktor dunia


Berdasarkan data terbaru, dua raksasa teknologi dunia masing-masing Intel dan Samsung Electronics masih menguasai pasar semikonduktor global dalam hal pendapatan tahun lalu. Samsung telah memperoleh $37,25 miliar (sekitar 467 triliun rupiah) dalam hal pendapatan dari penjualan chip selama tahun 2014, naik 8 persen dari tahun sebelumnya. Sementara Intel masih mempertahankan posisi teratas dengan memperoleh pendapatan sebesar $51,36 miliar (sekitar 643 triliun) di tahun yang sama.

Angka-angka yang dikumpulkan oleh tracker pasar IC Insights ini didasarkan pada kinerja di semua sektor, termasuk NAND flash dan chip dynamic random access memory (DRAM). Baik produsen chip dan perusahaan pengecoran, yang membuat desain chip buat perusahaan lain dan tidak memiliki pabrik fabrikasi semikonduktor, keduanya juga dimasukkan.

Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSMC), operator pengecoran chip terbesar di dunia, menduduki peringkat ketiga dengan memperoleh pendapatan senilai $24,97 miliar, diikuti oleh Qualcomm asal Amerika Serikat dengan $19,1 miliar dan Micron Technology dengan $16,81 miliar.

Data juga menunjukkan bahwa SK Hynix menduduki peringkat keenam secara global dengan $15,83 miliar, setelah penjualannya naik 22 persen pada tahun 2014, menandai pertumbuhan terbesar kedua di antara produsen chip terkemuka setelah TSMC, yang membukukan 25 persen kenaikan di tahun yang sama.

Di antara 10 produsen chip terbesar di dunia, lima diantaranya berbasis di Amerika Serikat, sementara dua berasal dari Korea Selatan, serta Taiwan dan Jepang masing-masing menyumbang satu pemain. Perusahaan multinasional yang berbasis di Eropa STMicroelectronics juga termasuk dalam daftar dengan pendapatan $7,34 miliar selama 2014.

No comments:

Post a Comment