Samsung targetkan 60 juta TV, 340 juta smartphone dan 45 juta tablet di 2015


Untuk tahun 2015, Samsung Electronics telah menetapkan target penjualan TV sebanyak 60 juta unit dan smartphone sebanyak 340 juta unit. Untuk bangkit kembali dari lesunya penjualan pada tahun 2014, divisi IT & Mobile Communications (IM) akan memperkenalkan model dengan spesifikasi premium sampai dengan model yang berharga murah, dan mempercepat upaya untuk meningkatkan pangsa pasar. Adapun untuk segmen TV, Samsung Electronics akan terus menjaga kepemimpinan pasar dimulai dengan pasar TV UHD 4K.

Menjelang akhir tahun 2014, Samsung Electronics telah mulai mengadakan rapat yang membahas strategi global untuk pertengahan kedua 2014 di Samsung Digital City di Suwon pada hari Rabu (17/12) kemarin. Pertemuan yang akan berlangsung selama tiga hari, dan dihadiri oleh sekitar 500 ~ 600 eksekutif dari divisi bisnis domestik dan luar negeri ini juga akan saling berbagi strategi bisnis untuk tahun depan.

Target penjualan TV untuk tahun 2015 adalah 60 juta unit, naik sekitar 10% dari tahun ini. Target awalnya adalah sampai dengan 63 juta unit TV, tapi diturunkan menjadi 60 juta unit. Tampaknya fakta bahwa tidak ada acara besar seperti Piala Dunia tahun ini juga ikut dipertimbangkan. Tidak seperti smartphone, kebangkitan produsen TV China bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan tahun depan. Produsen TV China terkemuka, seperti Hisense dan TCL untuk pangsa pasar global masih berada di kisaran 5 ~ 6% tahun lalu dan tahun ini.

Samsung kemungkinan akan menjual sekitar 54 juta TV tahun ini. Angka tersebut kira-kira sesuai dengan estimasi (50 juta ~ 60 juta unit) yang dibuat oleh Yoon Boo-geun (BK Yoon), CEO Samsung Electronics dan kepala divisi Consumer Electronics (CE), awal tahun ini. Setelah berhasil menaikkan pangsa pasar globalnya tahun ini juga, Samsung tidak akan mengubah strategi penjualan yang berpusat pada model premium untuk tahun depan.

Untuk tahun ini, pangsa pasar TV Samsung adalah 29,6% di Q1 (berdasarkan data dari Display Search), 31,8% pada Q2 dan 25,5% di Q3, naik 0,4% ~ 5,8% per-kuartal. Adapun untuk quantum dot (QD) TV, yang akan menjadi sorotan utama tahun depan, Samsung mengatakan akan menanggapi segmen ini setelah melihat dari dekat tren pasar. Dengan harga UHD TV yang terus melemah, Samsung Electronics berencana untuk melihat bagaimana pasar akan bereaksi terhadap QD TV, yang harganya akan naik sekitar 15%.

Samsung Electronics juga diketahui berencana untuk memproduksi antara 340 juta ~ 380 juta unit smartphone pada tahun 2015. Angka ini 10 ~ 20% lebih banyak dari penjualan tahun ini, tetapi itu adalah tujuan yang paling konservatif karena divisi IM yang akan menjalankan bisnis smartphone.

Pertumbuhan pasar smartphone memang terus melambat, namun Samsung berencana untuk mempertahankan pangsa pasarnya dengan memperkuat lini produk yang masuk segmen menengah kebawah. Tampaknya Samsung akan mengadopsi sebagian material dan komponen high-end, seperti casing logam dan modul kamera high-pixel, untuk model menengah kebawah dan mencoba untuk berinovasi dalam hal desain.

Sedangkan target penjualan untuk tablet sekitar 45 juta unit, naik 10% dibandingkan dengan penjualan tahun ini. Strateginya adalah dengan membuat produk yang berbeda dari para pesaingnya dengan menerapkan layar berjenis AMOLED. Target utamanya produk menengah kebawah dengan layar 7 ~ 8-inci, daripada produk berlayar 9-inci keatas yang lebih besar dan mahal.

Samsung juga masih berencana untuk menjual 45 juta ~ 50 juta unit feature phone pada tahun 2015, setengah dari penjualan di tahun 2014. Karena sebagian besar pasar feature phone sudah digantikan oleh smartphone di negara berkembang seperti India dan Amerika Tengah/Selatan, Samsung Electronics tampaknya telah menetapkan tujuan yang realistis. Samsung berencana untuk memanfaatkan layanan manufaktur elektronik (EMS) asal China daripada memproduksi feature phone sendiri, seperti yang dilakukan oleh produsen besar lainnya yang tidak memiliki pabrik sendiri.

Karena Samsung ingin memperkuat lini produk berharga murah, proporsi model menengah kebawah diperkirakan akan mencapai 60%. Dengan naiknya proporsi model menengah ke bawah, harga jual rata-rata (ASP) akan berkurang sekitar 10%.

"Dalam perombakan organisasi baru-baru ini, kami membawa banyak perubahan kepada anak perusahaan di luar negeri," kata seorang pejabat tinggi di Samsung Electronics. "Ini harus diartikan melakukan sesuatu yang berbeda."


Via etnews