Software pengolahan data milik Samsung catat rekor tercepat di dunia


Samsung Electronics mengumumkan bahwa software sorting engine miliknya, DeepSort, telah memecahkan rekor jadi No. 1 di tahun ini dalam kompetisi sort benchmark, yang sering dikenal sebagai "Piala Dunia" dalam sorting data. Dalam kompetisi yang mengadu perusahaan teknologi dan lembaga penelitian besar dunia lainnya, Samsung DeepSort berhasil menganalisa dan mereorganisasi 3,7TB data dalam 60 detik, lebih dari dua kali lipat rekor sebelumnya yang hanya 1,5TB dalam MinuteSort benchmark, tolok ukur industri pada jumlah sistem data yang dapat dipilah-pilah dalam satu menit.

"Miliaran orang di seluruh dunia terus menghasilkan jumlah data yang data," kata Juhan Lee, Wakil Presiden di Samsung Electronics Software Center di Seoul. "Akibatnya, kemampuan pengolahan data telah menjadi dasar dalam mengembangkan layanan-generasi berikutnya untuk konsumen, seperti yang berkaitan dengan Internet of Things [IoT] dan kesehatan digital [Digital Health]. DeepSort dan solusi inovatif lainnya sedang dalam pipeline yang akan membentuk fondasi generasi baru dari layanan tersebut yang dapat memaksimalkan potensi mereka."

DeepSort, secara teknis disebut sebagai distributed general sorting engine, diuji dalam lingkungan jaringan yang terdiri dari 384 server. Dalam rangka untuk lebih akurat dalam mengukur kinerja sheer software, hardware dan software dengan spesifikasi moderat yang digunakan selama pengujian. Misalnya, jumlah server, kapasitas memori 64GB dan kekuatan prosesor 2,1 GHz dari setiap server secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan milik pesaing utama di kontes Sort Benchmark tahun ini, sementara hard disk drive (HDD) yang digunakan secara signifikan adalah solid state drive (SSD) yang lebih cepat.

Kinerja DeepSort yang memecahkan rekor ini disebabkan oleh fine-tuning yang dilakukan pada berbagai elemen kunci dalam mempercepat kecepatan pemrosesan data, yang terjadi selama proses penyortiran keseluruhan. Fine-tuning ini meliputi antara lain, mencegah tambahan waktu tunggu untuk server dengan banyak data yang relatif lebih tinggi dengan beban loading pertama yang keluar dari loading sortir diantara semua server; memungkinkan pengolahan yang simultan, komunikasi dan penyimpanan data dengan secara bersamaan menerapkan ribuan thread; dan meminimalkan waktu buffering di HDD server dengan memaksimalkan penggunaan memori cache.

Dikembangkan bersama oleh Samsung Software Center di Korea dan Samsung Research America (SRA) di Silicon Valley, DeepSort diharapkan dapat diimplementasikan ke sejumlah layanan dan aplikasi mobile Samsung yang menggabungkan fungsi pencarian.

Prestasi DeepSort datang di tengah-tengah dorongan yang sedang berlangsung di Samsung untuk menjadi inovator dalam hal software, sebuah inisiatif untuk perusahaan yang telah mendedikasikan investasi keuangan yang signifikan dan lebih dari 40.000 pengembang software dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam.


Via Samsung Tomorrow