Ekspansi ke IoT, SAP integrasikan platform cloud SAP HANA ke Samsung Gear S


SAP, perusahaan software enterprise terkemuka, hari ini di SAP TechEd && d-code Las Vegas mengumumkan akan mengintegrasikan inovasi dalam cloud melalui platform SAP HANA ke perangkat wearable Samsung Gear S, yang akan memberdayakan pelanggan untuk menjalankan bisnis mereka secara real time. Pengumuman hari ini termasuk inovasi baru yang direncanakan dalam rilis terbaru dari SAP HANA, update untuk platform cloud SAP HANA.

"Sangatlah penting bagi pelanggan kami untuk menyederhanakan bisnis mereka dan untuk dapat berinovasi di cloud," kata Bjorn Goerke, wakil presiden eksekutif, Produk dan Inovasi Teknologi, SAP AG. "Dengan rilis terbaru dari SAP HANA, kita membawa fungsi baru seperti multi-tenancy ke cloud kami agar pelanggan kami bisa benar-benar berinovasi serta menyederhanakan bisnis dan pengembangan proses mereka."

Sejak rilis update platform cloud SAP HANA awal tahun ini, SAP telah melihat kemajuan yang signifikan dengan penerapan platform dan layanan yang diberikan. SAP semakin membuatnya sederhana bagi mitra untuk membangun aplikasi di atas platform cloud SAP HANA.

Layanan mobile dari platform cloud SAP HANA memungkinkan pelanggan untuk membangun dan menyebarkan aplikasi mobile yang terintegrasi secara mulus dengan sistem on-premise atau berbasis cloud. One-click deployment dari layanan mobile ke tempat mobile menawarkan penjelajahan yang mudah dan cepat, dengan download dan penyediaan aplikasi pada baik perangkat yang terkontrol dan yang tidak terkontrol. Integrasi baru dengan perangkat mobile dan wearable seperti Samsung Gear S dapat membuat platform cloud SAP HANA menjadi lebih kuat untuk pengguna.

Pengumumnan hari ini juga merupakan bagian dari upaya SAP untuk memperluas area bisnisnya ke Internet of Things (IoT).

"Kawasan Asia-Pasifik adalah daerah yang cepat tumbuh. Kita sekarang memasuki era IoT dengan pesatnya pertumbuhan perangkat pintar dan terhubung untuk memenuhi tuntutan perubahan konsumen saat ini. Kami akan fokus pada percepatan pertumbuhan industri dalam perawatan kesehatan, jasa keuangan dan ritel," kata Adaire Fox-Martin, presiden SAP Asia Pasifik Jepang (APJ), saat berbicara pada perayaan 25 tahun kehadiran perusahaannya di wilayah tersebut hari ini di Shangri-La Hotel, Seoul, Korea Selatan.

Dengan apa yang disebut Big Data membentuk kembali hubungan antara industri dan konsumen di tengah tren konvergensi saat ini, SAP mengatakan mega teknologi baru akan memberikan peluang bisnis baru bagi perusahaan-perusahaan di Asia Pasific, terutama di industri kesehatan, olahraga dan keuangan.