Saturday, September 20, 2014

Strategi produk wearable di Intel (dan peranan Tizen didalamnya)


Saat berlangsung Intel Developer Forum (IDF) 2014, pembicara utama banyak berbicara tentang produk wearable, baik platform wearable dan teknologi wearable yang sedang dikembangkan oleh Intel. Namun Intel sama sekali tidak meluncurkan produk wearable buatannya, mereka lebih memilih untuk menyerahkannya kepada mitra-mitra mereka - yang notabene bukan perusahaan teknologi - untuk mengkomersialkannya.

Produk-produk yang ditunjukkan di acara ini antara lain MICA (singkatan dari "My Intelligent Communication Accessory"), sebuah gelang pintar atau smart bracelet yang dibuat melalui kemitraan dengan rumah mode Opening Ceremony; smartwatch buatan BASIS Science; SMS Audio BioSport, sebuah headphone in-ear yang dikembangkan bersama dengan SMS Audio milik rapper 50 Cent dan beberapa item lain-lain.

Gelang MICA yang dirancang oleh Opening Ceremony ini memiliki keunggulan memiliki konektivitas 3G seperti Gear S, sehingga membuatnya tidak perlu dipasangkan dengan smartphone. Modem 3G ini diketahui adalah Intel XMM 6321, yang sebelumnya diketahui juga digunakan pada SoC Intel Atom Sofia berbasis arsitektur x86 untuk smartphone mulai awal tahun depan. Opening Ceremony yang akan menjual perangkat dengan layar sentuh 1,6-inci ini melalui jaringan 3G yang secara ekskusif disediakan oleh operator AT&T.

Sementara BASIS Science adalah produsen smartwatch yang diakuisisi oleh Intel pada bulan Maret yang lalu. Basis sejauh ini hanya membuat satu produk - sebuah jam tangan kesehatan Basis B1 - yang saat ini memegang 7% dari pangsa pasar untuk wearable device yang memiliki fungsi kesehatan.

Sedangkan SMS Audio BioSport diluncurkan pada bulan Agustus yang lalu melalui kemitraan dengan SMS Audio, perusahaan headphone milik rapper Curtis Jackson atau lebih dikenal dengan 50 Cent. BioSport Headphone In-Ear ini mampu melacak detak jantung penggunanya selama berolahraga. SMS Audio BioSport ini menggunakan teknologi Smart Earbud yang diumumkan oleh Intel selama pameran CES 2014 yang berlangsung pada awal Januari.

Dan yang terbaru, Intel baru saja mengumumkan bahwa mereka juga akan bekerjasama dengan produsen jam tangan dan aksesoris fashion Fossil untuk perangkat waearable mendatang.

"Ini bukan hobi bagi kita di Intel," kata Mike Bell, general manager dari Intel New Devices Group. "Kita benar-benar percaya bahwa teknologi wearable akan menjadi segmen besar."


Ya, teknologi ini akan datang, dan beberapa di antaranya sudah bisa dinikmati. Melalui kemitraan dengan perusahaan-perusahaan di luar dunia teknologi, Intel ingin menciptakan pasar yang lebih luas dan permintaan yang lebih kuat untuk teknologi wearable. Dengan mengambil inisiatif terlebih dulu dan menggandeng pemain pasar yang lebih luas, Intel berharap bisa memenangkan pasar chip yang digunakan untuk perangkat wearable.

Intel yang banyak dikenal sebagai produsen chip PC, telah bekerja keras untuk memperluas bisnisnya ke pasar baru, dan berharap untuk bisa menangkap beberapa pertumbuhan di produk wearable baru dan pasar mobile untuk mendiversifikasi dari bisnis intinya.

Tidak seperti sebelumnya yang selalu mendikte pasar dengan produk-produk tercanggihnya, Intel ingin menjadi fleksibel di sini, dengan mencari tahu apa teknologi seperti apa yang bisa bekerja untuk yang produk yang ingin diciptakan oleh mitra mereka. Karena mereka ingin kreasi ini tidak hanya untuk pengadopsi awal, dan juga buat mereka sebagai penggemar; tetapi lebih ditujukan untuk pasar pasar mainstream yang besar, yaitu mereka yang awam terhadap teknologi namun membeli smartphone dan PC setiap tahunnya.

Dibalik semuanya, Intel tentunya memiliki rencana besar disini. Rencana mereka berbeda dengan perusahaan teknologi lainnya yang ingin membuat perangkat wearable terbaik untuk bisa memenangkan pasar. Sebagai gantinya, mereka membantu perusahaan non-teknologi untuk membuat puluhan perangkat wearable yang berbeda.

Karena mitra perangkat wearable Intel adalah bukan perusahaan teknologi, mereka tentunya akan menyerahkan urusan soal teknologi pada perangkat wearable buatan mereka pada Intel.

"Kami sedang bekerja pada SoC yang secara khusus disesuaikan untuk perangkat wearable, itulah yang ada di roadmap produk kami," kata Ellen Healy, Publics Relations Manager untuk Produk Wearables di Intel. "Kami berfokus pada menciptakan desain referensi dan solusi end-to-end - software ke keamanan hingga hardware - yang benar-benar akan memberdayakan mitra kita untuk mengembangkan produk mutakhir yang akan membuat teknologi wearable menjadi mainstream dan layak."

Ada tim di Intel yang bekerja sama dalam teknologi ini, termasuk desainer software dan hardware, insinyur mekanik, dan desainer UX. Ada pengembangan ekosistem, tetapi akan terbuka lebar, tidak seperti pendekatan yang terintegrasi secara vertikal seperti iOS dan Android.

"Kami tidak membangun satu platform untuk semua perangkat, karena pada akhirnya, perangkat akan diluncurkan oleh mitra kami," kata Ellen Healy. "Kami tidak ingin membuat bangunan terintegrasi secara vertikal yang mengikat Anda ke satu platform."

Untuk platform softwate, menurut Ellen Healy, Intel menggunakan Tizen IVI, serta HTML5, dan perusahaannya sangat bergantung pada pihak ketiga untuk melengkapi penawaran produk akhir, dalam hal ini aplikasinya.

Seperti kita tahu akar dari Tizen adalah dua platform software berbeda yang dikembangkan oleh Samsung Elecktronics yang biasa disebut Tizen Mobile, dan yang dikembangkan oleh Intel yang disebut Tizen IVI. Persamaan dari Tizen Mobile dan Tizen IVI adalah sama-sama berbasis Linux dan mengandalkan teknologi HTML5 untuk memperkaya ekosistem aplikasinya.

Samsung saat ini menggunakan Tizen Mobile 2.2.1 sebagai sistem operasi untuk smartphone Samsung Z, perangkat wearable Samsung Gear, Gear 2, Gear 2 Neo dan Gear S, serta prototype Tizen TV. Sedangkan Intel telah menggunakan Tizen IVI untuk produk infotainment dalam kendaraan (IVI) yang bekerjasama dengan Jaguar Land Rover.

Jadi seperti produk PC sebelumnya, banjir produk wearable bertenaga chip Intel diharapkan akan dikembangkan oleh banyak OEM (vendor hardware) di masa yang akan datang. Waktu yang akan membuktikan apakah strategi Intel ini merupakan pertaruhan brilian yang akan berbuah manis, baik untuk perkembangan chip Intel maupun OS Tizen untuk wearable, atau bahkan sebaliknya.


No comments:

Post a Comment