Tuesday, September 30, 2014

Semua software engineer Samsung diharuskan fokus pada konvergensi melalui Tizen


Samsung Electronics yang baru saja memindahkan 500 software engineer dari divisi mobile, mulai memperkuat daya saing software mereka untuk memperkuat konvergensi semua perangkat elektronik mereka dibawah sinergi melalui sistem operasi (OS) Tizen. Semua software engineer di Samsung telah menjalani uji sertifikasi ulang untuk menilai kompetensi software mereka, termasuk karyawan yang bekerja pada pusat R&D software.

"Kami harus menjawab pertanyaan dari berbagai jenis termasuk dimana kami harus mengembangkan sebuah program yang secara otomatis bisa mengisi kekosongan dengan mencari kemajuan," kata seorang software engineer yang baru saja menjalani tes. "Semua orang telah belajar keras setelah diberitahu adanya tes ini sekitar sebulan lalu. Tapi, pertanyaan yang diajukan memang memiliki kesulitan tingkat tinggi."

Hasil tes akan diumumkan pada bulan ini. Samsung Electronics telah menetapkan kebijakan untuk terus menyusun program dalam rangka memperkuat daya saing sumber daya manusia dan software untuk menyegarkan lingkungan bisnis mereka.

Samsung Electronics juga memperkuat pelatihan 'konvergensi' untuk tingkat perusahaan buat karyawan baru. Karyawan baru Samsung Electronics untuk pengembangan software yang bergabung dengan perusahaan pada bulan Januari dan menjadi anggota Samsung Convergence Software Academy (SCSA) harus mengambil kuliah humaniora yang diselenggarakan oleh perusahaan dalam tempat kerja masing-masing, termasuk Suwon. SCSA adalah sistem kerja Samsung Electronics yang mulai diadopsi tahun lalu untuk mengamankan sumber daya konvergensi untuk software engineer. Ini menarik perhatian dengan membuka pintu kepada orang-orang jurusan humaniora yang tidak terbiasa dengan software untuk mencari pekerjaan di bidang pengembangan software.

"Studi humaniora sangat penting tidak hanya untuk sumber daya manusia di SCSA, yang menempatkan penekanan pada konvergensi, tetapi juga untuk orang-orang yang telah mengambil jurusan dalam ilmu sains dan engineering," kata orang dalam Samsung Electronics. "Ada tren yang berkembang bahwa departemen dan divisi di mana orang-orang ini akan bekerja setelah sumber daya manusia jenis konvergensi software dilengkapi dengan pengetahuan humanistik."

Ada juga rumor tentang relokasi tambahan sumber daya software engineer. Mengingat relokasi tiba-tiba 500 orang karyawan bulan lalu, sangat mungkin untuk Samsung Electronics untuk lebih sering melaksanakan relokasi sumber daya software engineer di masa depan. Seorang karyawan yang bekerja di Samsung Digital City di Suwon mengatakan, "Ada kasus di mana seluruh anggota tim pengembangan software telah disebar ke divisi lain."

Pada September tahun lalu, Samsung Electronics mendirikan 'Samsung SofTech (Software Institute of Soft Technology),' sebuah organisasi baru yang bertujuan untuk memperluas basis sumber daya software engineer, dan memasang slogan untuk memperkuat daya saing sumber daya software engineer. Menurut seorang analis, para software engineer ini harus bersaing terus-menerus terhadap orang-orang dari divisi mobile yang memiliki pengalaman menjadi No.1 di dunia, sehingga ketegangan memuncak di Samsung Electronics.


Samsung Electronics juga terus-menerus berinvestasi dalam mendatangkan sumber daya manusia baru yang akan dicetak menjadi software engineer, seperti mahasiswa. 'Samsung Software Membership,' yang didirikan pada tahun 1991, memiliki sembilan kantor di seluruh Korea dan mendukung kegiatan penelitian software buat sekitar 700 mahasiswa per tahun.

Pada acara 'Software Membership Technical Conference' yang diselenggarakan di dalam Samsung Electronics Human Resource Development Institute di Yongin, Gyeonggi, pada tanggal 27 dan 28 kemarin, Samsung Electronics memperkenalkan perangkat wearable yang dikembangkan menggunakan OS Tizen dan karya-karya yang diterapkan dengan Internet of Things (IoT) dan teknik mirroring. Sekitar 470 mahasiswa menghadiri acara selama dua hari ini, dan Samsung juga menawarkan saran untuk pengembangan karir buat mahasiswa yang menghadiri.

Pada acara 'Samsung Software Conference 2014' yang diadakan pada bulan Mei yang lalu yang dihadiri oleh sekitar 3.000 karyawan, sumber daya manusia yang terpilih didorong melalui diskusi dan kontes selama acara. Samsung Electronics juga menyelenggarakan 'Junior Software Academy' buat anak-anak dan remaja. Semua upaya Samsung Electronics untuk memperkuat daya saing software diperkirakan akan berlanjut ke masa depan.


No comments:

Post a Comment