Samsung mulai pindahkan karyawan smartphone (hardware) ke divisi software dan Smart Home


Samsung Electronics mulai me-reshuffle sekitar 700 karyawan dari divisi mobile andalannya untuk sektor usaha lainnya. Langkah ini bertepatan dengan melemahnya pendapatan dari smartphone menyusul mulai lesunya pasar ini secara global karena smartphone telah menjadi barang komoditas secara ekonomi, terutama untuk produk menengah kebawah.

Menurut sumber dari Yonhap News Agency, Samsung berencana untuk merelokasi para karyawan dari fasilitas mereka di Suwon dan Gumi, di luar Seoul, untuk divisi bisnis lain di bawah Samsung Electronics.

"Proses relokasi sudah dimulai pekan lalu, dan jumlah (staf yang terlibat) diperkirakan 700," salah satu sumber mengatakan, dan ingin tetap anonim. "Banyak karyawan sedang dipindahkan ke divisi jaringan, visual display [TV dan multimedia], dan software."

Sementara Samsung dikatakan telah mengatakan kepada karyawan mereka bahwa perombakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan bisnis Smart Home dengan mengirimkan spesialis mobile untuk semua divisi, sumber dan pengamat industri mengatakan itu lebih mungkin terkait dengan pendapatan yang jatuh pada divisi mobile, yang timbul melalui peningkatan tantangan dari pasar global yang sudah jenuh dan kompetisi di luar negeri.

Awal tahun ini, Samsung Electronics telah memindahkan 150 sampai 200 anggota staf dari kantor pusat mereka, merelokasinya dari bagian keuangan, sumber daya manusia (HRD), dan hubungan masyarakat (humas) untuk sektor-sektor seperti penjualan dan manajemen produksi.

Sejak itu, rumor mulai berkembang akan adanya kemungkinan PHK di divisi mobile, yang langsung dibantah oleh Samsung sebagai "tidak berdasar," hanya untuk menambahkan, "bukan, perusahaan akan akan memperluas tenaga kerja untuk mengatasi kemerosotan."

Mencerminkan tantangan yang dihadapi, sumber industri mengatakan bahwa Samsung telah meluncurkan serangkaian langkah-langkah pengetatan ikat pinggang mulai awal tahun ini untuk mengurangi bahkan biaya yang sepele sekalipun di tengah kemerosotan laba. Menurut berbagai sumber, eksekutif yang bepergian untuk perjalanan bisnis telah diberitahu untuk menggunakan kursi kelas ekonomi untuk penerbangan di bawah 10 jam, dan anggaran perjalanan mereka juga berkurang sebesar 20 persen.

Karyawan juga dianjurkan untuk menggunakan hari libur mereka untuk memotong biaya bagi perusahaan, dan manajer harus memberikan persetujuan bagi karyawan untuk bekerja lembur, kata mereka.

"Ada batas untuk perluasan laba buat Samsung Electronics karena meningkatnya persaingan di masing-masing divisi," kata Nam Dae-jun, seorang analis di Hana Daetoo Securities dalam laporannya pada prospek pendapatan Samsung. "Jika Samsung ingin mengatasi tantangan ini, mereka harus mendorong mesin pertumbuhan baru, atau memperluas daya saing produk andalan mereka saat ini," tambah Nam.