Samsung akuisisi 10 perusahaan teknologi dalam setahun untuk bisnis baru diluar smartphone


Samsung Electronics telah mengakuisisi 10 perusahaan sejak tahun lalu. Hal ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk memperluas portofolio bisnisnya di tengah melambatnya sektor smartphone dengan mengambil alih perusahaan teknologi di seluruh dunia.

Data industri menunjukkan Samsung Electronics telah membeli saham di perusahaan-perusahaan dari berbagai sektor yang meliputi perawatan kesehatan, software solid state drive (SSD) dan video streaming, dan berhasil merebut penawaran 21 merger dan akuisisi (M&A) sejak tahun 2007.

Pengamat industri mengatakan tawaran akuisisi Samsung terutama melonjak selama beberapa bulan terakhir setelah industri smartphone mulai jenuh dengan munculnya berbagai hambatan utama terhadap profitabilitas jangka panjang perusahaan. Munculnya perusahaan-perusahaan China, yang telah memperluas kehadiran mereka di pasar teknologi global, juga dikutip sebagai alasan terbaru untuk Samsung berusaha untuk mengambil alih perusahaan teknologi di seluruh dunia.

Kuartal kedua laba bersih perseroan anjlok 19,5 persen mencapai 6,25 triliun won (sekitar 71 triliun rupiah). Samsung mengatakan laba operasional divisi bisnis IT & mobile (IM), sebagai sumber pendapatan utama perusahaan dalam beberapa tahun terakhir, telah turun 29,6 persen per-tahun ke 4,42 triliun won selama periode dikutip.

Dengan demikian, sebagian besar transaksi akuisisi terbaru Samsung telah ditujukan untuk daerah non-handset. Pada bulan Januari 2013, Samsung membeli perusahaan teknologi pembuat perangkat medis NeuroLogica yang berbasis di Amerika Serikat (AS) setelah sebelumnya telah membeli 43,5 persen saham di Medison, sebuah perusahaan perawatan kesehatan lokal terbesar di AS pada tahun 2011.

Dalam upaya untuk memperkuat bisnis layar, Samsung membeli saham 3 persen di Sharp Jepang pada bulan Maret 2013 untuk bisa memperoleh pasokan yang stabil untuk panel liquid crystal display (LCD) dan juga mengambil alih pengembang platform multi-screen MOVL yang berbasis di AS pada bulan berikutnya.

Samsung juga berinvestasi di Novaled, sebuah perusahaan yang berbasis di Jerman yang memegang beberapa paten kunci yang terkait dengan sektor organic light emitting diode (OLED), di bulan September 2013. Proses akuisisi terus berlanjut tahun ini dengan mengambil alih pengembang aplikasi Shelby.tv yang berbasis di AS pada bulan Mei, diikuti oleh SmartThings, yang mengkhususkan diri dalam industri Internet of Things (IOT), khususnya Smart Home.

Pada hari Selasa kemarin, Samsung mengatakan telah mengambil alih Quietside, pengecer yang berbasis di AS untuk produk AC, dalam upaya untuk membuat terobosan ke pasar Amerika Utara dan membuka bisnis baru seperti solusi Smart Home.