BMW, Hyundai dan Infiniti siap merilis TIZEN Smart Car


Intel terus mendorong platform TIZEN IVI ke pasar mobil yang terhubung dengan solusi terbaru end-to-end. Setelah Jaguar Land Rover dan Toyota, kini produsen mobil lainnya BMW, Hyundai dan Infiniti (mobil mewah dari Nissan) siap untuk merilis Smart Car berbasis TIZEN.

TIZEN In-Vehicle Infotainment (IVI) dirancang untuk produsen mobil dan Intel selaku salah satu pengembang utamanya mengklaim bahwa platform ini menyediakan daya komputasi yang dibutuhkan untuk memberikan kontrol kendaraan otonom.

Intel menyediakan developer kit yang terdiri dari prosesor seri Intel Atom E38, yang dirancang untuk memenuhi spesifikasi otomotif. Ini berjalan dengan sistem operasi (OS) TIZEN IVI dan menggabungkan sejumlah besar fitur dari platform open source Genivi.

Intel mengklaim in-car kit buatannya akan membantu produsen mobil mengurangi waktu pengembangan hingga 12 bulan dan menyimpan hingga 50 persen karena integrasi end-to-end.

Setelah dikemas oleh produsen mobil, sistem yang dihadapi pengguna akan mampu menyediakan driver dengan pengalaman pribadi dalam mobil dan membuat mengemudi lebih aman.

Menurut Doug Davis, EVP dari Intel Internet of Things Group, ketika pengemudi dan penumpang masuk ke dalam mobil, sistem akan dapat mengotentikasi mereka melalui perangkat mobile dan multimedia yang diinginkan kepada mereka. Mobil juga akan tahu tujuan perjalanan dan dapat menemukan rute kembali (re-route) berdasarkan keadaan real-time.

"Kita perlu memiliki kemampuan untuk menginformasikan kepada pengemudi tentang hal-hal yang terjadi di sekitar dia, untuk memberikan beberapa bantuan," kata Davis saat briefing. "Kita tahu sebagian besar kecelakaan disebabkan oleh pengemudi dan ketika kita dapat memahami apa yang terjadi kita dapat mengurangi ini."

BMW, Hyundai, Infiniti semua telah mendaftar untuk menggunakan Intel dalam mobil mereka dan produsen lainnya akan diumumkan beberapa tahun mendatang. Baik Intel, Jaguar Land Rover, Toyota, BMW, Hyundai dan Nissan adalah anggota dari konsorsium Automotive Grade Linux (AGL).

Tujuan akhir dari Intel adalah untuk mendorong penggunaan augmented reality, dimana jalur sepeda akan disorot untuk pengemudi melalui overlay, dan sensor membantu untuk menunjukkan rintangan berbahaya dan meminimalkan blind spot. Davis juga yakin bahwa chip Intel sangat ideal ketika diperlukan untuk berurusan dengan kebutuhan self-driving car.