Sunday, April 27, 2014

Samsung bangun gedung baru senilai 1,6 triliun untuk peluncuran perangkat TIZEN?


Samsung Electronics berencana untuk mengungkapkan produk elektronik terbaru mereka di sebuah bangunan yang independen di luar ruangan pameran elektronik tahunan terbesar di Eropa IFA 2014 yang akan dilangsungkan di Berlin, Jerman, antara tanggal 5-10 September mendatang. Ini adalah untuk pertama kalinya Samsung memutuskan untuk menampilkan produk dan mengumumkan strategi bisnis terbaru mereka dalam ruang di luar tempat pameran yang terorganisir.

Selama Global Press Conference (GPC) in Belek, Turki, kepala eksekutif dari Messe Berlin, penyelenggara konferensi yang bertanggung jawab atas pameran IFA, mengungkapkan bahwa Samsung akan memperkenalkan produk-produknya dalam gedung baru yang telah dibangun yang bernama "CityCube Berlin."

"CityCube akan digunakan oleh Samsung secara eksklusif selama pameran IFA. Keuntungan buat peserta tunggal di ruang independen adalah bahwa perusahaan yang terpilih dapat melakukan presentasi mereka sendiri," kata CEO Messe Berlin Christian Goke selama acara yang dihadiri oleh lebih dari 350 wartawan internasional pada hari Sabtu kemarin.


CEO Christian Goke mengatakan co-CEO Samsung Electronics dan Kepala untuk divisi Consumer Electronics (CE) Yoon Boo-keun akan menyampaikan pidato utama di CityCube center selama pameran di bulan September nanti. Sebesar 100 juta euro (sekitar 1,6 triliun rupiah) telah diinvestasikan oleh Samsung dalam membangun gedung baru ini. Sebagai simbol kemitraan yang terpercaya, Messe Berlin juga telah menawarkan bantuan kepada Samsung Electronics untuk mendukung upayanya untuk memastikan perubahan secara cepat, yang dikenal sebagai Mach-speed Management.

Samsung ingin menjadikan acara ini sebagai momentum untuk menyelaraskan struktur bisnis mereka dalam merespon pasar yang cepat berubah. Untuk itu, Samsung Electronics berencana untuk meningkatkan upaya pemasaran di Eropa untuk memperluas kehadirannya di wilayah ini, sebagai salah satu pasar yang dianggap penting bagi upayanya untuk mempertahankan pertumbuhan.

IFA tahun ini yang akan menyoroti perangkat yang terhubung dan masyarakat digital yang diharapkan juga menjadi kesempatan untuk membawa masalah masyarakat terhubung ke permukaan.

"Kita hidup di bawah era 'Consumer Electronics 4.0,' yang berarti bahwa semuanya terhubung. Produk konsumen dapat dikontrol oleh produk lain seperti smartphone, TV dan PC. Konektivitas bukanlah masa depan. Keinginan konsumen untuk konektivitas yang lebih perlu dihargai," kata Hans Joachim Kamp, ketua dewan pengawas dari Gesellschaft zur Förderung der Unterhaltungselektronik (GFU).

Ia mengatakan tablet, TV LCD dengan kualitas gambar ultra high-definition (UHD), smartphone, wearable device, konektivitas dan perangkat melengkung akan menjadi tema utama dari IFA.

"IFA selalu berada di garis depan perubahan. IFA mempersiapkan terus menerus untuk mengubah hal-hal baru." Menurut pengamatannya sendiri, Consumer Electronics 3.0 sebagian dapat diringkas sebagai munculnya perusahaan-perusahaan Korea.

Peralatan rumah tangga yang pintar atau Smart Home Appliances akan menjadi tema lain utama untuk pameran Berlin kali ini.

Sejalan dengan tren itu, Samsung diharapkan untuk fokus dalam menampilkan solusi Smart Home. Samsung bertekad untuk mengintegrasikan produk-produknya seperti lemari es, mesin cuci, TV, kamera, ponsel dan jam tangan dengan tujuan konektivitas. Sebuah sketsa terbaru dari bagaimana layanan akan bekerja akan diumumkan pada pameran mendatang.


Samsung Electronics mengatakan akan memutuskan kemitraan dengan Google dan mengambil jalan baru ke pasar Smart Home dengan TIZEN. "Samsung Electronics telah menggunakan beberapa sistem operasi untuk perangkat mobile kami," kata Hong Won-pyo, presiden Samsung Electronics Media Solution Center (MSC). "Untuk bisnis Smart Home, TIZEN yang dikembangkan secara mandiri oleh kami akan menjadi fondasi dasar."

Mengambil rute sendiri merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menjadi pemimpin di pasar Smart Home, dengan menambah hardware yang telah ada untuk layanan Smart Home. Presiden Hong menambahkan bahwa Samsung akan segera merilis sebuah platform open source untuk layanan Smart Home, yang akan kompatibel dengan produk non-Samsung. Presiden Hong, yang juga merupakan presiden Asosiasi Smart Home Korea, memperkirakan bahwa industri ini akan berubah dengan cepat dalam beberapa tahun ke depan.

No comments:

Post a Comment