TIZEN bisa mengungguli Android soal kinerja dan grafis


Kebanyakan orang menyukai smartphone mereka terutama melalui aplikasi favorit mereka, bukan sistem operasi (OS) yang mendasarinya. Untuk itulah konsorsium di belakang TIZEN mengadakan serangkaian kontes aplikasi untuk pengembang, diantaranya yang terbesar Tizen App Challenge dengan insentif sebesar $4 juta untuk bisa mendapatkan beberapa ribu aplikasi.

Selain melalui kontes aplikasi, ada faktor lain yang mendukung TIZEN, yaitu sebuah lapisan software yang dikenal sebagai "middleware" yang tidak tersedia ketika Android dan Apple iOS diluncurkan. Ini memungkinkan pengembang aplikasi untuk membuat aplikasi baru hanya sekali, lalu klik beberapa tombol untuk menempatkan aplikasi mereka di berbagai toko aplikasi dan siap untuk dijalankan pada beberapa sistem operasi.

"Minimal kami akan menyediakan puluhan ribu aplikasi yang dapat dijalankan pada platform TIZEN, dan kami sudah berdiskusi untuk mennaikkannya ke ratusan ribu," kata Howie Hecht, direktur manajemen produk dan konten platform untuk Open Mobile. Perusahaan yang berbasis di Framingham, Massachusetts ini membuat application compatibility layer (ACL) yang akan membuat aplikasi Android yang ada untuk bisa berjalan pada perangkat TIZEN.

Samsung berharap untuk bisa membuka TIZEN STORE saat peluncuran smartphone TIZEN mereka. Dengan mengembangkan sistem operasi sendiri daripada mengandalkan hampir sepenuhnya pada Android, Samsung bisa memberikan pengelaman pengguna yang terpadu pada perangkat mereka mulai dari ponsel, TV, PC hingga sistem di dalam kendaraan.

Brian Warner, pemimpin proyek TIZEN di Linux Foundation, yang mempromosikan proyek open-source yang didasarkan pada platform Linux, mengutip beberpa keuntungan tambahan dari TIZEN dibanding OS lainnya. Ketika pembuat perangkat juga membuat software yang akan berjalan diatasnya, kinerja dapat dioptimalkan dengan cara-cara yang tidak terjadi pada sistem operasi yang dibuat untuk bekerja pada berbagai model. "Mengingat tidak mungkin untuk mengatakan perangkat komersial seperti apa sampai nanti saatnya diungkapkan, saya pikir kinerja akan menjadi titik kuat untuk TIZEN," katanya. "Saya pribadi melihat beberapa aplikasi yang bekerja luar biasa dalam hal grafis dan kinerja."

Grzegorz Adamczyk, seorang pengembang aplikasi asal Polandia, mengatakan bahwa ia menemukan kalau TIZEN lebih cepat daripada Android saat menggunakan akselerator grafis yang diperlukan untuk game 3D buatannya, yaitu sebuah game aksi helikopter yang disebut FinalStrike3D. "Menurut saya, TIZEN adalah platform yang sangat kuat untuk pengembangan game," katanya.