Chairman Samsung: Tahun 2014 fokus ke software dan konvergensi


Dalam pidato tahunannya di awal tahun baru pada hari Kamis (2/1) kemarin, Chairman Samsung Electronics Lee Kun-hee menyoroti betapa sulitnya kompetisi yang telah mereka alami di tahun 2013 dan menekankan perlunya perubahan mendesak untuk menjauh dari kebiasaan lama dan mulai dengan inovasi dan daya saing baru yang sekiranya sulit dikejar oleh kompetitor di tahun 2014.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh 1.800 eksekutif senior ini, Chairman Lee mengatakan bahwa sebagai perusahaan Samsung telah berhasil membuat transisi dari produksi berbasis volume (kuantitas) menjadi produksi berbasis kualitas dalam dua dekade terakhir, dan sekarang saatnya untuk berusaha meningkatkan nilai dan "kelas" dari produk dan layanan yang mereka berikan kepada konsumen.

Pesan itu disampaikan melalui video yang disiarkan langsung di Korea, Inggris, China dan Jepang untuk semua cabang perusahaan Samsung di seluruh dunia.

Chairman Lee yang kini berusia 71 tahun kembali ke Korea minggu lalu setelah tinggal hampir dua bulan di luar negeri. Unit bisnis utama dari Samsung Group yaitu Samsung Electronics, akan berusaha untuk menemukan cara-cara baru untuk pertumbuhan bisnis di pasar mobile yang mulai jenuh. Chairman Lee kemudian menunjukkan bahwa sebenarnya ada kesempatan yang lebih besar ketika hal-hal tidak berjalan dengan baik. Menurut chairman Lee, Samsung perlu melihat lebih jauh dari perusahaan lain dan datang dengan teknologi baru dan memasuki pasar baru yang menyerukan konvergensi industri dan teknologi.

"Ada kebutuhan besar untuk membangun daya saing yang tidak dapat ditiru oleh pesaing," tegasnya. "Untuk itu pusat riset dan pengembangan [R&D] harus bekerja non-stop."

Chairman Lee mengatakan bahwa selama 20 tahun setelah dimulainya strategi "Manajemen Baru" yang diumumkan di Frankfurt, Jerman, beberapa afiliasi dalam Samsung Group telah menjadi pemimpin global, sementara yang lain hanya bisa berdiri diam dan membuat sedikit kemajuan.

Agar kemajuan bisa terus dibuat, cara berpikir dan model bisnis lama harus dibuang, katanya.

"Strategi lama, proses dan budaya perusahaan yang berfokus pada hardware harus berani dibuang," kata Chairman Lee yang datang ke acara ini dengan digandeng oleh putri sulungnya Lee Bo-jin. Untuk mengatasi ketidakpastian dan mengambil inisiatif, ada kebutuhan untuk membuat pasar dan teknologi terobosan, lanjutnya.


Meningkatkan kemampuan software telah menjadi tantangan utama bagi Samsung untuk bisa bersaing lebih baik dengan Apple yang sukses memadukan bisnis hardware dan software, serta mengurangi ketergantungan software pada perusahaan software seperti Google dan Microsoft.

Samsung juga perlu untuk menyelesaikan pengaturan dari sistem manajemen global yang dapat memicu perubahan dan inovasi, kata chairman Lee mencoba untuk terus mengingatkan bawahannya.


Via Yonhap, WSJ dan sumber lain