Setelah NTT DoCoMo, kini Samsung dan Apple berebut China Mobile


Samsung Electronics mulai menghadapi tantangan yang lebih berat di pasar Asia Timur setelah pesaing utama mereka - Apple - terus mendorong strategi penjualan yang lebih agresif di wilayah tersebut.

Menurut Kantar Worldpanel Comtech, penyedia data pangsa pasar untuk perangkat mobile, Apple telah menguasai 76 persen dari oangsa pasar smartphone di Jepang pada bulan Oktober kemarin. Kehadiran Apple di Jepang, sebuah negara berpenduduk 127 juta orang, sebagian besar berkat keberhasilan mereka menjalin kemitraan pada bulan September dengan NTT DoCoMo, operator seluler terbesar di Jepang. Smartphone Galaxy milik Samsung, di sisi lain, akhirnya berakhir dengan pangsa pasar cuma 8 persen di bulan Oktober.

Kini Apple berusaha untuk meniru formula keberhasilan yang sama di China melalui kesepakatan penjualan dengan China Mobile, operator terbesar di China dan juga di dunia. The Wall Street Journal melaporkan pada hari Kamis kemarin bahwa China Mobile, yang memiliki sekitar 740 juta pelanggan, mencapai kesepakatan dengan Apple untuk menjual iPhone mulai akhir bulan ini. Belum ada pengumuman resmi baik dari kedua perusahaan mengenai kesepakatan itu, dengan Reuters melaporkan pada hari Jumat bahwa pembicaraan masih berlangsung. Tapi pengamat pasar mengatakan itu akan menjadi kemenangan besar buat Apple jika bisa bermitra dengan China Mobile setelah bertahun-tahun raksasa teknologi Amerika itu terus berupaya untuk memperluas kehadirannya di negara yang paling padat penduduknya di dunia ini.

Menurut Strategy Analytics, sebuah perusahaan analisis pasar mobile, penguasaan Apple di pangsa pasar ponsel China hanya sekitar 4,1 persen pada kuartal ketiga, sementara Samsung memimpin dengan 20,4 persen. Itu membuat Apple menjadi vendor ponsel terbesar ketujuh di China, membuntuti rival perusahaan lokal China seperti Lenovo, Coolpad, Huawei, ZTE dan Xiaomi. Menurut Gartner, perusahaan analis pasar mobile lainnya, penguasaan Samsung di pangsa pasar smartphone global pada kuartal yang sama adalah 32,1 persen, dibandingkan dengan 12,1 persen untuk Apple.

Tapi Morgan Stanley sebelumnya memperkirakan bahwa Apple bisa meningkatkan pangsa pasar iPhone di China sebesar 6 persen melalui perjanjian penjualan dengan China Mobile. Jumlah pengguna iPhone di China diperkirakan akan mencapai 20 juta pada tahun depan. Seorang analis di Mirae Asset Securities mengatakan bahwa kesepakanan Apple - China Mobile bisa meningktkan hingga dua kali lipat penjualan Apple di China.

Upaya Apple untuk mengamankan kesepakatan dengan China Mobile telah mendapat sinyal positif setelah pemerintah China pada Rabu kemarin memutuskan untuk memberikan lisensi buat smartphone yang berjalan pada jaringan generasi keempat (4G) berbasis long-term evolution (LTE). Yang membuatnya lebih penting bagi China Mobile, satu-satunya operator seluler China yang sebelumnya tidak menjual iPhone, untuk menjual iPhone untuk memenuhi permintaan untuk smartphone 4G disamping menjalin kerjasama dengan vendor lainnya, termasuk Samsung.

Samsung sebelumnya juga telah mencoba untuk menggunakan lisensi dari layanan LTE untuk keuntungan perusahaan.

Terlihat disini adanya situasi awal yang sama antara kondisi di Jepang dan China, dimana dua operator seluler terbesar yang sebelumnya menjadi operator satu-satunya yang tidak menawarkan produk Apple akhirnya menjual iPhone demi tuntutan pasar.

Chairman China Mobile Xi Guohua, yang bertemu dengan rekannya dari operator seleler SK Telecom dan KT di Seoul pekan kemarin, menyempatkan untuk menyambangi markas Samsung Electronics di Suwon, selatan Seoul, pada hari Jumat kemarin, di mana ia bertemu dengan Shin Jong-kyun (JK Shin), Co-CEO dan presiden Samsung Electronics untuk divisi komunikasi mobile.

Kunjungannya diduga terutama untuk membahas pasokan ponsel LTE dari Samsung. Ponsel LTE di China berfungsi pada teknologi TDD, atau Time Division Duplex, sebuah sistem yang bertentangan dengan FDD, atau Frequency Division Duplex, sebuah sistem yang umum digunakan di Korea, Amerika Serikat dan Jepang. Samsung diperkirakan akan mulai memperkenalkan produk LTE TDD di China tahun ini.

Samsung secara resmi mengatakan akan melanjutkan upaya pemasaran di Jepang dan China. "Kita akan mencerminkan kebutuhan dan pendapat konsumen di setiap negara dan mengeluarkan produk khusus untuk mereka, " kata seorang pejabat di Samsung Electronics.

Sikap Samsung yang lebih fleksibel dalam menuruti keinginan operator seluler ini menjadikan mereka menjadi prioritas utama dari tiap operator seluler dibandingkan Apple. Apalagi dengan produk yang berjalan dengan platform software TIZEN yang bebas dari campur tangan dan kontrol ketat dari perusahaan software seperti Google pada Android, Microsoft pada Windows Phone dan Apple pada produk mereka sendiri, sehingga dimungkinkan buat operator untuk bisa mendapatkan keuntungan yang lebih dari penjualan konten dan layanan berbasis software.

Pada Tizen Developer Conference 2013 yang berlangsung pada bulan Mei kemarin di San Fransisco, perwakilan dari China Mobile hadir sebagai salah satu pembicara kunci yang memberikan presentasi tentang kesempatan dan tantangan buat TIZEN di China. Menurut Robert Wang, Project Manager di China Mobile, kelemahan TIZEN sebagai OS baru dibandingkan Android dan iOS adalah pada toko aplikasi dan ekosistem. Untuk itu, Wang menyarankan penggunaan aplikasi web berbasis HTML5 bisa segera mengatasi kesenjangan ini.

Presentasi dari Robert Wang bisa Anda baca sendiri melalui slide berikut ini.