Fokus di mid-end, Samsung akan kurangi perangkat berlayar AMOLED tahun depan


Samsung Display akan mengurangi pasokan panel AMOLED, dan dilain pihak secara signifikan akan meningkatkan pasokan panel LCD yang lebih murah mulai tahun depan. Hal ini karena Samsung Electronics akan fokus pada penjualan handset berlayar LCD untuk pasar menengah pada tahun 2014. Produsen ponsel terbesar di dunia ini baru-baru ini juga meminta Samsung Display untuk memotong harga pasokan untuk panel AMOLED berukuran menengah. Perubahan strategi bisnis ini diperkirakan akan mempengaruhi kinerja Samsung Display tahun depan.

Menurut sumber industri di Korea, Samsung Electronics akan fokus untuk memperkuat jajaran ponsel untuk pasar massal untuk bisa lebih menembus pasar negara berkembang seperti China, India, Brazil dan Indonesia. Tujuannya adalah untuk mengalihkan fokus bisnisnya di tengah kejenuhan pasar smartphone high-end. Tentu saja ini akan menjadi sumber masalah bagi perusahaan-perusahaan mitra Samsung Electronics, termasuk Samsung Display, karena mereka tidak dapat menghindari penurunan margin keuntungan.

"Kita harus meningkatkan pasokan panel LCD yang lebih murah daripada panel OLED dengan nilai tambah yang lebih tinggi karena strategi bisnis Samsung Electronics," kata seorang pejabat dari Samsung Display, sambil menambahkan, "Meskipun volume pasokan mungkin menjadi lebih besar dari sebelumnya, namun hampir yakin bahwa kita tidak akan dapat menghindari penurunan profitabilitas."

Keprihatinan selama ini sudah menjadi kenyataan. Kinerja Samsung Electronics yang sempat mencatatkan rekor selama tiga kuartal pertama tahun ini selalu dikaitkan dengan produk untuk pasar massal. Hanya tiga dari sembilan smartphone yang dirilis oleh Samsung Electronics tahun ini adalah perangkat yang masuk dalam kategori high-end.

"Penjualan bulanan dari produsen komponen ponsel yang berhubungan dengan Samsung Electronics mulai berkurang pada bulan Juni, ketika perusahaan mulai merilis berbagai ponsel mid-end," kata Jo Seung-eun, seorang analis dari Samsung Securities. Dia juga mengatakan bahwa Samsung Display, yang memiliki spesialisasi dalam produksi panel OLED berukuran kecil hingga menengah, telah mereorganisasi lini produksi L6 yang terletak di Cheonan City, Provinsi Chungcheong Selatan untuk memproduksi panel LCD berjenis PLS (plane-to-line switching) yang berukuran kecil.

Pada akhir Q3, harga rata-rata panel OLED buatan Samsung Display berukuran 3,1-inci atau lebih besar untuk digunakan buat smartphone adalah US$49,6 atau sekitar 600 ribu rupiah, sedangkan untuk panel LCD adalah US$16,48 atau sekitar 200 ribu rupiah, cukup jauh selisihnya. Demikian juga, harga masing-masing dari panel LCD full HD berukuran 5-inci yang digunakan di Galaxy S4 adalah US$44,40 (Rp541 ribu) sedangkan panel AMOLED jauh lebih mahal dengan US$58,20 (Rp710 ribu). Profitabilitas yang terakhir adalah empat sampai lima kali lebih tinggi dari yang sebelumnya juga.

Samsung Display telah berkonsentrasi pada pembuatan panel AMOLED di sebagian besar lini produksi dan memasok sebagian besar produknya ke Samsung Electronics. Secara khusus, Samsung Electronics menyumbang lebih dari 60% dari penjualan kotor. "Selain itu, Samsung Electronics baru-baru ini menuntut agar harga pasokan panel AMOLED dipotong dengan setidaknya 10%, meskipun kita tidak dapat mengungkapkan jumlah pastinya," seorang pejabat di Samsung Display menambahkan.