Samsung kini kuasai 63% pangsa pasar Android, apa artinya buat TIZEN?


Anda pengguna perangkat Android? Berarti Anda hidup di dunia yang dipenuhi oleh perangkat Samsung didalamnya. Samsung saat ini memiliki 63% pangsa pasar dari semua perangkat mobile yang berbasis Android, termasuk smartphone, phablets, tablet - dan bahkan "fonblets" - sebuah istilah baru yang diciptakan oleh Samsung selama acara Samsung Analyst Day 2013 ketika mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menjual 100 juta Galaxy S dan Galaxy Note untuk tahun ini saja.

Menurut biro analis pasar Localytics, kekuatan utama Samsung berasal dari popularitas dari model smartphone, di mana delapan dari 10 smartphone Android terpopuler semuanya diproduksi oleh Samsung. Bahkan, Samsung mengontrol agregat dengan semua produsen Android lainnya dengan rasio hampir 2:1. Semua produsen perangkat Android selain Samsung, baik itu HTC, LG, Sony, Motorola hingga produsen asal China yang belum pernah terdengar namanya, secara bersama-sama membuat kurang dari 37% dari total pangsa pasar.


Sementara untuk tablet, data Localytics menemukan bahwa Samsung merepresentasikan lima dari 10 tablet Android yang aktif, tapi lima tablet Samsung ini memiliki pangsa pasar mencapai 53% dari semua tablet Android. Khusus untuk Galaxy Tab 2, secara luar biasa mampu menyumbang hampir 40% dari semua tablet Android yang aktif.



Android versi Samsung kini lebih baik dari versi Google

Jika Anda berbicara masalah fragmentasi di Android, berarti yang terbesar adalah adanya Android versi Samsung dan Android versi Google. "Google sering dikecam karena telah membiarkan Android menjadi terlalu terfragmentasi, dengan versi yang berbeda dan kustomisasi dari OEM," kata James Kendrick dari ZDNet. "Samsung telah menyesuaikan Android secara ekstensif dan sekarang lebih baik daripada versi Google."

Menurut Kendrick, TouchWiz launcher masih menjadi tulang punggung dari versi Samsung Android, tetapi kini telah dirancang dengan lebih matang dan memiliki kinerja yang lebih baik daripada TouchWiz versi lama. Ketika banyak fitur baru ditambahkan ke launcher ini, seperti smart rotation, multi-view maupun multi-window, telah ditambahkan ke launcher dan bisa difungsikan di seluruh operasional, maka itu telah menghasilkan sebuah pengalaman menggunakan platform mobile baru yang luar biasa.

"Pada awal-awal penggunaan Android, Samsung hanya membuat kustomisasi yang berbeda," kata James Kendrick. "Seiring waktu mereka telah mengubah fokusnya untuk membuatnya bekerja lebih baik bagi pengguna. Saya pikir sebagian besar pengguna menyukai apa yang dilakukan oleh Samsung dengan Android. Hal ini tidak mengherankan bagi saya bahwa kini Samsung mendominasi pasar Android dengan smartphone dan tablet mereka. Bila Anda mengutamakan pengguna, orang-orang akan menyadarinya."


Setelah merasa bahwa Android versi mereka mulai bisa diterima oleh sebagian besar pengguna, Samsung mulai mengajak pengembang aplikasi Android untuk memaksimalkan fitur-fitur baru tersebut yang tentunya tidak akan bisa dilakukan dengan menggunakan Android Software Development Kit (SDK). Maka saat berlangsungnya Samsung Developer Conference yang pertama di San Francisco pada akhir Oktober kemarin, Samsung meluncurkan Samsung Mobile SDK yang terdiri dari 10 paket independen, yang masing-masing berisi tool pengembangan untuk fitur dari perangkat mobile Samsung yang spesifik, misalnya S Pen, multi-view, multi-window, dan lainnya.

Apa artinya ini bagi TIZEN? Karena fitur-fitur Android versi Samsung ini juga merupakan fitur-fitur standar dari stock TIZEN UX, maka diharapkan para pengembang juga akan merasa familier dalam mengembangkan aplikasi untuk TIZEN. Aplikasi-aplikasi Android yang telah dikembangkan untuk perangkat Android versi Samsung dengan Samsung Mobile SDK juga akan bisa diporting dengan mudah untuk menjadi aplikasi native TIZEN. Semua ini akan menghadirkan transisi yang mulus di masa depan.