TIZEN menjadi pembicaraan pengembang Android di Samsung Developer Conference 2013


Samsung menjadi tuan rumah konferensi pertama Samsung Developer Conference (SDC) 2013 bagi para pembuat aplikasi yang berlangsung pada hari Senin dan Selasa kemarin di San Francisco, California, Amerika Serikat. Walaupun sebagian besar sesi dan pembicaraan berfokus pada berbagai tool pengembangan dan SDK dari Samsung untuk perangkat berbasis Android dari Samsung, namun Samsung dengan cerdas terus mendekati para pengembang Android yang hadir di konferensi ini untuk mengenalkan dan menawarkan insentif bagi mereka untuk membuat aplikasi buat TIZEN.

Kehadiran TIZEN di SDC 2013 bukan melalui tingginya jumlah presentasi atau pidato oleh Samsung - atau benar-benar disebutkan di depan publik oleh Samsung. Hanya ada satu sesi yang membahas tentang TIZEN dan TIZEN juga muncul dalam beberapa sesi yang membahas HTML5 dan konektifitas antar perangkat. Walaupun begitu, TIZEN terlihat sering muncul dalam diskusi antara pengembang, di lapangan oleh mitra Samsung, dan insentif yang ditawarkan kepada para pembuat aplikasi. TIZEN secara halus merayap ke banyak aspek acara yang disusun oleh Samsung, walaupun dalam permukaan terlihat Samsung mendorong pengembang untuk membuat aplikasi Android yang unik untuk perangkat mereka.

"Keseluruhan konferensi bisa dilihat dalam konteks TIZEN," kata analis Ovum Jan Dawson. "Samsung ingin membuktikan kalau mereka bisa bekerjasama dengan baik dengan pengembang sehingga ketika saatnya tiba mereka bisa melakukan transisi ke TIZEN."

Pengembangan TIZEN belum benar-benar berlangsung dengan halus. Saat peluncuran TIZEN di Mobile World Congress (MWC) 2013 di Barcelona pada akhir Februari yang lalu, disebutkan bahwa smartphone TIZEN pertama akan dirilis pada kuartal keempat 2013 atau akhir tahun ini. Namun sekarang, tampaknya penundaan yang bisa lebih panjang lagi, dengan salah satu mitra Samsung mengatakan kepada CNET bahwa rencana terbaru untuk peluncuran perangkat TIZEN adalah pada bulan Januari mendatang di Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas. Namun, tanggal itu bisa berubah lagi. Samsung sendiri belum secara terbuka mengumumkan pembaruan terbaru tentang tanggal rilis smartphone pertama TIZEN. Mereka selalu menolak berkomentar tentang berbagai rumor yang beredar. Nampaknya Samsung sendiri memang tidak dalam kondisi terburu-buru untuk merilis smartphone TIZEN.

Keterlambatan TIZEN sebagian besar terjadi karena masalah ketersediaan aplikasi. Tizen Association sebagai organisasi yang bekerja untuk komersialisasi TIZEN sejauh ini telah bekerja keras untuk menggalang dukungan pengembang, menyelenggarakan berbagai hackathon dan acara lainnya dalam beberapa bulan terakhir. Acara besar selanjutnya adalah Tizen Developer Summit Korea (TDSK) 2013 di Seoul, Korea Selatan, pada pertengahan November mendatang.

Meskipun konferensi pengembang Samsung ini dihadiri oleh sebagian besar pengembang Android, namun sesungguhnya acara ini telah memberi Samsung dan mitra-mitranya sebuah arena untuk mempromosikan manfaat TIZEN dan meyakinkan pengembang untuk melompat ke ekosistem TIZEN.

Sebagian besar pengembang aplikasi yang menghadiri konferensi mengatakan bahwa Samsung atau Intel telah berbicara kepada mereka tentang TIZEN di beberapa poin dan mereka juga tertarik untuk belajar lebih banyak tentang sistem operasi baru ini. Namun, kebanyakan dari mereka tampaknya mengambil pendekatan "wait and see", sementara lebih memilih untuk mencurahkan sumber daya mereka yang terbatas untuk iOS, Android, atau bahkan secara khusus buat Android versi Samsung. Ini bahkan juga dilakukan oleh perusahaan besar yang memiliki lebih banyak pengembang.

"Kami belum melihat [TIZEN] sekarang," kata Adam Stein, direktur senior untuk mobile marketing di raksasa software SAP. SAP membuat aplikasi sendiri tetapi juga membangun aplikasi untuk berbagai konsumen bisnis. "Perusahaan-perusahaan besar hanya tertarik pada tiga atau empat sistem operasi paling banyak."

Itu sesuatu yang harus disadari oleh Tizen Association, khususnya Samsung dan Intel sebagai pendukung terbesar untuk segera diatasi. Jika ada satu hal yang telah mereka pelajari dari BlackBerry dan Microsoft, maka yang terpenting memang adalah aplikasi. Sangat penting. Jika ada judul aplikasi populer tidak tersedia pada sistem operasi tertentu, maka sulit untuk OS itu untuk mendapatkan banyak traksi dengan pengguna.

Salah satu cara Samsung dan Intel yang mencoba untuk menarik pengembang untuk TIZEN adalah dengan mengalihkan fokus ke HTML5 daripada aplikasi native. Pengembang dapat membangun satu aplikasi HTML5 dan membuatnya berjalan pada ponsel dengan browser dengan baik. Itu juga berarti aplikasi tersebut tidak terjebak hanya dalam satu platform seperti iOS atau Android.

"Apa yang diumumkan oleh Samsung untuk TIZEN adalah 'HTML5 first' sebagai sarana untuk mengembangkan sebuah aplikasi," kata Abraham Elias, chief technical officer (CTO) dari Sencha, sebuah perusahaan yang menyediakan tool untuk mengembangkan aplikasi Web. "Yang memungkinkan mereka untuk mendapatkan jangkauan pengembang yang sudah mengembangkan aplikasi melalui HTML5."

Elias mengatakan bahwa Sencha telah bekerja sama dengan pengembang dan Samsung untuk memastikan aplikasi HTML5 bisa bekerja dalam kinerja terbaiknya pada TIZEN, dan Sencha juga membantu Samsung mengembangkan browser "terbaik kelas dunia" untuk sistem operasi baru ini.

Sementara itu, Alexis Menard dan Kenneth Christiansen, dua software engineer di Intel, selama presentasi mereka di satu-satunya sesi TIZEN pada konferensi yang diadakan pada hari Selasa kemarin, mencatat bahwa sistem operasi baru ini memiliki berbagai manfaat untuk pengembang. Itu termasuk "desain responsif" yang memungkinkan OS untuk berjalan pada rentang berbagai ukuran layar dan API untuk fitur seperti baterai.

Sementara Marmalade, sebuah perusahaan yang menyediakan tool untuk memporting game dan aplikasi dari satu platform ke platform yang lain, selama konferensi mereka menawarkan kapada pengembang yang setuju untuk membuat aplikasi TIZEN dengan hadiah smartphone TIZEN gratis, lisensi Marmalade gratis, dan uang tunai sampai $1.000. Program ini diluncurkan sebagai bagian dari kemitraan dengan Samsung.

AppBackr juga melakukan hal yang mirip, membayar pengembang dengan dana dari Intel. Ia bekerja dengan perusahaan seperti Marmalade dan Appgyver untuk menarik pengembang aplikasi, dan memiliki kas insentif berkisar dari sekitar $10 sampai lebih dari $10.000, tergantung pada pentingnya dan peringkat aplikasi di AppBackr.

"Kami membayar [dengan uang tunai] ketika sebuah aplikasi akan diverifikasi pada TIZEN STORE," kata Sarah Cornwell, direktur pemasaran di AppBackr. "Ini berlangsung cukup cepat sekarang, dalam waktu sekitar 24 jam."

Tetapi bahkan uang tunai masih juga belum cukup dalam beberapa situasi. Sebuah kelemahan besar bagi pengembang TIZEN adalah keraguan bahwa smartphone TIZEN tidak akan dirilis di Amerika Serikat, setidaknya tidak pada awalnya. Dan ada juga banyak kebingungan tentang platform ini. Samsung telah mengatakan akan merilis TIZEN sebagai sistem operasi untuk smartphone high-end, tetapi banyak pengembang percaya TIZEN akan diarahkan pada smartphone low-end dengan harga murah, berdasarkan pada apa yang sering mereka baca di media. Berbagai kebingungan ini setidaknya sedikit menghambat pengembangan TIZEN.

Han-Shen Yuan, senior director of engineering untuk usaha baru dan inovasi di eBay, mengatakan pihaknya "sedang mengevaluasi" untuk membuat aplikasi TIZEN karena percaya sistem operasi ini bisa menjadi populer di pasar negara berkembang. Dia menambahkan bahwa bahkan jika Samsung pertama kali akan mendorong software untuk perangkat high-end, eBay masih tertarik karena fokus ini kemungkinan akan berubah dari waktu ke waktu.

"TIZEN menarik untuk kita karena jika itu akan mencapai penetrasi yang besar dari perspektif mobile, kita ingin berada di sebuah 'ponsel untuk semua orang,'" kata Yuan. "Bagian dari diskusi kami benar-benar melihat bagaimana ekspansi ini akan terjadi."


Via CNET