TIZEN IVI memungkinkan aplikasi smartphone bisa berjalan di mobil


Produsen mobil dunia saat ini sedang bekerja untuk membuat standarisasi pada sistem operasi (OS) berbasis Linux untuk sistem In-Vehicle Infotainment (IVI) yang akan memudahkan mobil untuk bertindak lebih banyak seperti layaknya smartphone.

IVI ibaratnya seperti "kotak hitam" yang memberi kekuatan pada audio dan sistem hiburan di mobil, serta layanan telepon hands-free dan sistem navigasi satelit. Kebanyakan dari IVI saat ini memiliki layar sentuh dan dapat diaktifkan dengan suara, tapi banyak pembeli mobil yang melewatkan fitur-fitur pilihan ini.

"Saat ini, produsen mobil sering mengalami kesulitan membuat konsumen mereka untuk membeli sistem informatika karena sistem ini hanya dapat melakukan 10% dari apa yang bisa dilakukan oleh smartphone," kata Rudi Streif, yang memimpin Automotive Grade Linux workgroup untuk Linux Foundation.

Alasan utama untuk fungsi IVI yang sangat terbatas adalah bahwa produsen mobil menggunakan software proprietary yang dikembangkan oleh pemasok pihak ketiga untuk menjalankan sistem infotainment mereka, yang berarti aplikasi untuk mobil juga harus proprietary.

Pada tahun 2012, Linux Foundation meluncurkan Proyek TIZEN, arsitektur dan software development kit (SDK) yang menjadi referensi untuk IVI berbasis Linux. TIZEN SDK memungkinkan pengembang untuk menggunakan HTML5 dalam menulis aplikasi untuk IVI.

Misalnya saja seperti Reaktor, sebuah perusahaan layanan software dan konsultan yang berkantor pusat di Helsinki, Finlandia, yang membuat interface aplikasi-aplikasi mobile yang populer untuk TIZEN IVI. Sampai saat ini, Reaktor telah menciptakan user interface untuk layanan streaming musik Spotify dan untuk layanan jejaring sosial berbasis lokasi Four Square.

"Satu tidak harus kembali membuat [aplikasi mobile] untuk sistem infotainment setiap kali ada aplikasi yang baru dibuat. Kami ingin dapat menggunakan aplikasi yang sudah ada di smartphone dan mengaksesnya melalui user interface, " kata Konsta Hansson, manajer umum di Reaktor.

"Spotify adalah contoh utama," kata Hansson. "Anda ingin dapat mengontrol melalui IVI Anda seperti sumber audio lain, tetapi juga dapat melakukan pencarian dan menggunakan playlist yang ada dengan mudah."

Setelah standar industri IVI open source dibuat, pekerjaan dapat dimulai dengan sungguh-sungguh pada pengembangan user interface untuk sejumlah aplikasi mobile yang sudah tersedia.

Sebagai contoh, sistem navigasi dapat diintegrasikan dengan akun email pengemudi. Dengan jenis setup, seorang sales yang ingin bepergian ke pertemuan, misalnya, bisa diberitahu untuk menundanya sebentar karena lalu lintas yang padat. Dan pada saat yang sama, seseorang sales yang ingin berbicara pada pertemuan tersebut juga akan mendapatkan notifikasi yang sama.

"Mobil saya tahu tentang lokasi saya dan memiliki kalender saya dari email saya," kata Streif. "Jadi, Anda menggabungkan semua informasi. Bahkan bisa menyarankan tempat parkir di mana ada ruang yang masih terbuka."