Thursday, October 24, 2013

Samsung ingin pengembang Android beralih dari Android SDK ke Samsung SDK


Berbagai cara dilakukan oleh Samsung untuk memperkaya ekosistem mereka sendiri dan mengurangi ketergantungan dengan ekosistem lain yang diluar kontrol mereka. Jika selama ini mereka menghadirkan pengalaman pengguna (user experience/UX) yang berbeda dengan menambahkan berbagai fitur tersendiri untuk memperkaya atau bahkan mengganti berbagai fitur yang sudah ada di Android, sekarang mereka juga ingin pengembang Android untuk membuat aplikasi Android yang bisa memaksimalkan fitur-fitur tersebut yang tentunya tidak akan bisa dilakukan dengan menggunakan Android Software Development Kit (SDK).

Pada tanggal 28-29 Oktober nanti, Samsung akan menyelenggarakan Samsung Developer Conference yang pertama di hotel Westin St. Francis, Union Square, San Francisco, California. Di acara yang bersifat global ini, Samsung akan memperkenalkan Samsung Mobile SDK. Samsung Mobile SDK terdiri dari 10 paket independen, yang masing-masing berisi tool pengembangan untuk fitur dari perangkat mobile Samsung yang spesifik, misalnya S Pen, multi-view, multi-window, dan lainnya.

Dalam sebuah posting di blog resmi perusahaan, Samsung Tomorrow, Samsung memperlihatkan beberapa aplikasi menarik yang tidak bisa dibuat dengan mengandalkan Android SDK. Sebut saja aplikasi messaging sosial ChatON yang baru-baru ini merayakan pencapaian 100 juta pengguna, yang kini memiliki fitur baru S Pen dan multi-window. Pengembang yang ingin melibatkan ChatON ke dalam aplikasi akan kesulitan untuk mengaktifkan fitur-fitur ini dengan Android SDK, dan Samsung memberi solusi Samsung Mobile SDK yang bisa mengatasi semua itu dengan lebih cepat dan lebih mudah.

Samsung juga memberi contoh aplikasi lain yang telah memanfaatkan fitur-fitur unik unik ini untuk lebih memberikan ide buat pengembang, seperti S-Pen Voice Pro, Twitter, Evernote dan Gun & Blood. Untuk Twitter dan Evernote memang juga tersedia untuk perangkat Android selain Samsung, tetapi Twitter yang dibuat khusus untuk perangkat Android Samsung memiliki tampilan layar multi-view yang memungkinkan pengguna untuk menelusuri web atau memeriksa akun twitter mereka secara bersamaan. Widget Twitter akan menghadirkan konten Twitter secara langsung ke depan pengguna, yang memungkinkan aksi instan untuk memasukkan dalam 'favorite' mereka atau melakukan 'retweet'. Pengguna juga bisa membuat dan menggambar tweet yang warna-warni pada akun mereka dengan S Pen.

Sementara dengan fitur multi-window di beberapa model GALAXY terbaru, pengguna dapat mengaktifkan Evernote dari jendela terpisah untuk mencatat, mengambil foto, membuat to-do list, serta merekam suara sebagai pengingat. Tidak ketinggalan juga beberapa game Android terbaru yang dibuat dengan Chord SDK yang memungkinkannya dimainkan secara multi-player di beberapa perangkat Samsung yang berbeda.

Apakah pengembang tertarik dengan tawaran SDK dari Samsung ini? Berdasarkan data IDC, 39,1 persen dari perangkat Android yang beredar di pasar adalah buatan Samsung, meninggalkan LG di posisi kedua dengan hanya sekitar 6,5 persen. Dan yang lebih penting, Samsung menguasai sebagian besar dari pasar perangkat high-end Android melalui seri Galaxy S dan Galaxy Note, dimana pengguna pada segmen ini dikenal lebih loyal membelanjakan uangnya untuk membeli aplikasi berbayar maupun melalui in-app purchase. Dan di kedua seri perangkat ini, berbagai fitur seperti S Pen, multi-view dan multi-window ditempatkan.

Buat pengembang tentunya akan lebih mudah dan menguntungkan untuk membuat aplikasi buat kedua seri Galaxy ini daripada harus menguji kompatibilitas aplikasi mereka pada ratusan model perangkat Android low-end dari puluhan produsen perangkat Android yang terfragmentasi pada hardware dan versi Android yang berbeda.

Dan fakta lain yang menarik, fitur-fitur seperti multi-view, multi-window dan lainnya adalah fitur default dari TIZEN UX. Samsung mungkin tidak menghadirkan sistem operasi (OS) baru hasil kloning atau forking dari Android seperti Amazon dengan Fire OS atau beberapa perusahaan di China, namun mereka bisa menghadirkan versi lain dari Android tanpa harus melanggar perjanjian dengan Google sebagai anggota Open Handset Alliance (OHA).

No comments:

Post a Comment