Wednesday, October 30, 2013

Samsung ingin memfork aplikasi Android, bukan OS Android


Pada Samsung Developer Conference (SDC) 2013 minggu ini di San Fransisco, Samsung mengadakan sesi tunggal yang membahas pengembangan aplikasi untuk sistem operasi (OS) TIZEN. Sesi ini dipimpin oleh dua engineer dari Intel, yang selama ini bekerja bersama-sama dengan Samsung dalam tim TIZEN Technical Steering Group untuk membuat kode buat TIZEN agar bisa berjalan di beberapa platform hardware, termasuk tablet, smartphone, mobil, PC dan Smart TV.

TIZEN memiliki interface internet modern untuk digunakan pada perangkat, mendukung HTML 5 dan teknologi Web lainnya, sehingga para pengembang secara teoritis dapat menulis aplikasi sekali untuk bekerja pada banyak perangkat. Pada sesi TIZEN di hari Selasa kemarin, beberapa pengembang yang menjadi penonton di seminar kali ini mengatakan bahwa mereka memiliki pengalaman yang berbeda dalam upaya pengembangan aplikasi TIZEN diawal-awal.

Pengembang di MightyMeeting, pengembang aplikasi untuk kolaborasi bisnis, mengaku telah menggunakan TIZEN dengan hasil yang menjanjikan karena penggunaan HTML 5 di seluruh platform. Hal ini diutarakan oleh CEO MightyMeeting Dmitri Tcherevik. Tcherevik mengatakan bahwa tingginya minat Samsung di TIZEN menunjukkan bahwa mereka "bersedia untuk mencoba banyak hal yang berbeda" bahkan sebagai sebuah perusahaan besar.

Beberapa peserta di konferensi pengembang yang pertama buat Samsung ini mengatakan bahwa mereka senang melihat Samsung untuk memamerkan fitur unik yang berbeda dengan Android pada acara selain Google I/O. Di sini, Samsung disebutkan bisa membedakan diri dari pembuat smartphone dan tablet Android lainnya.

Beberapa analis mengatakan bahwa Samsung telah selangkah lebih maju dengan menawarkan konferensi pengembang sendiri, menggunakannya sebagai perkenalan awal sebelum masa transisi ke TIZEN dengan toko aplikasi sendiri. Selanjutnya, analis ini juga mengatakan bahwa Samsung secara jelas btelah erusaha untuk memamerkan merek dan produk mereka sendiri untuk software, dan menekankan bahwa tindakan itu tidak sepenuhnya tergantung atau selaras dengan Android dan Google.

Dalam sebuah wawancara, Curtis Sasaki, wakil presiden untuk Media Solution Center America (MSCA) di Samsung Electronics America, menjawab bahwa toko aplikasi Samsung yang terpisah, upaya mereka buat pengembang, ketertarikan mereka di TIZEN dan pergerakan strategi lainnya adalah "bukan tentang memfork Android atau salah satu dari hal-hal lainnya...Android sudah cukup besar dan akan terus tumbuh. Jika kita dapat terus menumbuhkan ekosistem itu, maka itu baik bagi semua orang."

"Google adalah mitra besar kita. Tugas kita sebagai penyedia platform adalah untuk benar-benar membantu pengembang mengambil keuntungan dari aplikasi inti," tambah Sasaki berdiplomasi.

Abe Elias, chief technical officer (CTO) di Sencha, pengembang aplikasi Web, memuji Samsung buat dukungan mereka untuk TIZEN dan HTML 5. Sencha menggunakan HTML 5 untuk menyediakan tool pengembangan aplikasi cross-platform untuk banyak perusahaan besar. Ada 2 juta pengembang yang telah terdaftar sebagai pengguna dari berbagai tool milik Sencha itu. Sencha adalah salah satu mitra Samsung dalam mengembangkan ekosistem TIZEN.

"Kami adalah penggemar berat dari TIZEN, dan HTML adalah native di TIZEN," kata Elias dalam sebuah wawancara. Menurut Elias, salah satu alasan pengembang aplikasi harus mendukung HTML 5 untuk membuat aplikasi Web adalah untuk menghindari biaya sebesar 30% yang dibebankan oleh toko aplikasi seperti Apple App Store dan Google Play untuk menjadi tuan rumah buat aplikasi native.

Elias sepakat bahwa Samsung tidak mencoba untuk memfork Android, namun sebagai mitra Samsung dia mencatat bahwa perusahaan asal Korea ini telah memisahkan diri dari Google dengan sejumlah aplikasi yang memfork aplikasi Android yang berjalan di atas Android. Sebagai contoh, Google menggunakan browser Chrome untuk Android, sementara browser Samsung hanya disebut dengan Internet. Juga, sementara Google memiliki Hangouts, Samsung memiliki ChatOn.

"Samsung memfork aplikasi Android, bukan Android," katanya.


Bisa jadi tindakan Samsung untuk memfork aplikasi Android ini sebagai persiapan awal sebelum benar-benar melaju dengan OS tunggal lewat TIZEN di masa yang akan datang.

No comments:

Post a Comment