Pengembang India mendapat 750 juta dari Samsung untuk membuat aplikasi TIZEN


Samsung sangat serius dalam mendorong ekosistem TIZEN untuk bisa dengan cepat berkembang dan bersaing dengan platform lain yang sudah maju terlebih dulu. Hal ini bisa dibuktikan dengan kucuran dana melimpah yang hampir tak terbatas buat siapa saja yang mau mengembangkan aplikasi untuk TIZEN. Selain turut serta dalam menyelenggarakan kompetisi dengan hadiah tidak kurang dari 40 miliar rupiah, mereka juga siap memberikan dana hingga ratusan juta untuk tiap pengembang yang mau membuat aplikasi untuk TIZEN.

Rootworks mungkin salah satu pengembang aplikasi di India yang telah terpilih dan mereka sedang membangun dua versi dari aplikasi Zitrr buatan mereka untuk TIZEN. Rootworks akan mendapatkan dana investasi $65.000 atau sekitar 750 juta rupiah dari Samsung untuk kemitraan dan proyek ini. Dana ini telah memungkinkan startup muda ini untuk mendirikan kantor mereka sendiri di dua tempat sekaligus, Bangalore dan Baroda.

"Sebagian besar perusahaan IT memiliki tipikal model bisnis ‘give-and-take’ dalam ruang b2b. Kami dikuratori model yang berbeda dari keterlibatan ini di mana kami juga bekerja seperti asosiasi dengan perusahaan berdasarkan kesepakatan konsorsium, sementara juga memasuki sebuah asosiasi sebagai mitra teknologi mobile dengan mereka," kata Piyush Rawat, salah satu dari enam pendiri Rootwork: Pratik Bhadkoliya, Ratnesh Neema,Nirmal Prasad, Mohit Nigam, Bharat Chudasama. Tim Rootwork saat ini sudah beranggotakan 15 orang.

Zitrr Camera adalah aplikasi pengeditan foto yang telah membuat mereka sukses besar untuk pertama kalinya. "Kami langsung memutuskan untuk menjual aplikasi ini untuk iOS seperti yang kita tahu saluran mereka memiliki kesempatan yang lebih tinggi untuk monetisasi. Kami bereksperimen dengan menjaganya agar tetap berbayar dan membuatnya gratis sebentar-sebentar tapi setelah kami tampil di beberapa platform aplikasi populer, kami melihat aplikasi ini mendadak banyak yang download," kata Piyush. Zitrr Camera telah melewati 800.000 download dan akan melampaui satu juta secepatnya pada tingkatan saat ini. Hampir 65% dari download tersebut adalah berbayar. Aplikasi lain dalam portofolio mereka mencakup Slypy dan BhakSala.


Rootwork beranggotakan mahasiswa dari Indian Institutes of Technology (IIT) dan National Institutes of Technology (NIT), dua dari sekian perguruan tinggi teknik terkemuka di India, yang memiliki kegemaran dalam bidang teknologi dan fotografi. Mereka kemudian bermain-main dengan ide mereka dengan menggabungkan dua kegaemaran ini untuk mendaratkan sebuah gambaran kasar tentang sebuah aplikasi di awal tahun 2012 saat semuanya masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

"Kami awalnya memiliki studio produk (Zitrr) dimana kita mempublikasikan ide-ide aplikasi kita sendiri, dan kemudian memasarkannya di bawah banner kami (Rootwork dan Zitrr) sendiri," pungkas Piyush.