Huawei siap bersaing dengan Samsung dalam software


Huawei, anggota terbaru dari TIZEN Technical Steering Group (TSG), mulai menerapkan strategi layaknya perusahaan smartphone terkemuka lainnya seperti Apple dan Samsung, yaitu lebih mengutamakan pengembangan software daripada hardware untuk memenangkan persaingan di pasar. Seorang pejabat senior dari Huawei Technologies baru-baru ini mengatakan bahwa perusahaannya akan meningkatkan investasi untuk software demi mengejar ketinggalannya dengan Samsung dan LG.

Pejabat itu juga mengatakan bahwa perusahaannya tidak akan mengejar kesempatan untuk mengakuisisi perusahaan lain dalam beberapa tahun ke depan untuk bisa secara langsung bersaing dengan Samsung dalam menumbuh ukuran perusahaannya.

"Samsung Electronics telah melakukan pekerjaan yang besar. Kami terkesan pada kebangkitan Korea. Tapi kita tidak akan melakukan kesepakatan akuisisi besar dalam beberapa tahun ke depan karena strategi kami adalah untuk mempromosikan model unggulan yang memiliki nilai tambah," kata Scott Sykes, kepala urusan media internasional kepada The Korea Times di Seoul pekan lalu.

Sykes mengatakan bahwa Huawei akan selalu konsisten dalam memperluas wilayah bisnis dan meningkatkan pangsa pasar selama beberapa tahun terakhir. Dia juga mengatakan kalau Huawei tidak akan mengikuti gaya Samsung dalam menghabiskan banyak uang untuk kampanye pemasaran yang agresif, namun akan lebih fokus pada iklan dan sponsor dari mitra strategis untuk meningkatkan brand awareness dari perusahaan.

"Samsung telah menghasilkan hasil yang baik sebagai imbalan dalam menghabiskan lebih untuk pemasaran. Huawei berencana untuk meningkatkan pengeluaran pada penelitian dan pengembangan [R&D]. Ini adalah inisiatif utama kami," kata eksekutif Huawei ini.

Huawei berencana untuk mengapalkan 60 juta smartphone tahun ini, atau hampir dua kali lipat dari jumlah untuk tahun lalu. Dia mengatakan Huawei akan lebih fokus pada pasar handset di China dan negara-negara di Eropa Barat.

"Kami telah merekrut lebih banyak talenta internasional mulai dari desainer hingga staf penelitian karena Huawei akan lebih banyak mencurahkan perhatian pada software untuk smartphone," kata Sykes.