Samsung siapkan layanan S Cloud untuk mendukung TIZEN 3.0?


Setelah menelan banyak dana investasi selama dua tahun terakhir untuk pengembangannya, Samsung Electronics akhirnya bisa menyelesaikan pengembangan layanan S Cloud pada akhir tahun ini. Berbeda dengan layanan cloud lainnya, S Cloud akan diposisikan untuk melayani komunikasi antar perangkat atau machine-to-machine (M2M) sebagai bagian dari konvergensi yang akan diterapkan oleh Samsung untuk semua perangkat elektronik buatannya.

Menurut sumber resmi kita di Korea hari ini, Samsung Electronics bersama dengan Samsung SDS sebagai pengembang S Cloud diharapkan akan meyelesaikan tahap pengembangan terhadap layanan ini paling cepat di bulan November-Desember setelah menyelesaikan semua pekerjaan dan melalui hambatan sebelumnya, untuk kemudian memasuki tahap komersialisasi.

Pada awal tahun ini, Samsung SDS telah berhasil menyelesaikan proyek Big Data untuk Samsung Service Platform (SSP). Ini adalah proyek awal untuk menuju sistem S Cloud yang membutuhkan peningkatan kecepatan dan stabilisasi.

Server S Cloud akan menyimpan berbagai konten, termasuk film, foto dan musik, dan pengguna smartphone maupun perangkat mobile lainnya memanfaatkannya untuk menyimpan data dan file mereka di cloud dan mengaksesnya kemudian dari berbagai perangkat elektronik terhubung yang bisa berkomunikasi antara satu sama lain, sehingga pengguna tidak perlu menyimpan konten yang sama dalam berbagai perangkat yang berbeda.

Perangkat cerdas seperti smartphone, tablet, PC, TV, kulkas, vacuum cleaner, kamera, printer dan lainnya akan bisa saling berkomunikasi dan berbagi informasi satu sama lain dalam jaringan integrasi platform software yang sama dengan konsep M2M.

Seorang pejabat dari Samsung Electronics yang akrab dengan hal ini mengatakan bahwa komersialisasi secara penuh untuk layanan S Cloud akan dimulai dari Amerika Serikat dan Eropa. Samsung SDS diketahui baru saja membangun sebuah pusat data di Amerika Serikat dan ini merupakan salah satu konteks penting sebelum memasuki tahap komersialisasi.

Banyak analis dan media Korea yang berspekulasi bahwa layanan S Cloud akan dihadirkan untuk mendukung platform baru TIZEN yang berbasis web. TIZEN akan digunakan untuk memenuhi ambisi Samsung menciptakan platform konvergensi yang bisa menghubungkan semua perangkat elektronik buatannya.

Sebelumnya co-CEO Samsung Electronics JK Shin (Shin Jong-kyun), yang memimpin divisi IT & Mobile Communication (IM) mengatakan bahwa TIZEN akan berjalan pada lebih dari sekedar smartphone, tetapi juga pada akhirnya akan pindah ke kendaraan dan industri lainnya. "Ada banyak konvergensi tidak hanya di kalangan gadget IT, termasuk smartphone, tablet, PC, dan kamera, tetapi juga di kalangan industri yang berbeda seperti mobil, bio, atau bank," katanya. "Konvergensi silang adalah salah satu [area] dimana Samsung dapat melakukan yang terbaik karena kita memiliki berbagai bagian dan produk jadi."

Sebagai salah satu anggota dari Technical Steering Group (TSG) dari proyek TIZEN bersama dengan Intel, Samsung berencana merilis versi terbaru dari OS TIZEN 3.0 pada awal 2014. Tidak hanya untuk smartphone, TIZEN 3.0 direncanakan juga akan mengakomodasi mobil dan perangkat elektronik cerdas lainnya.

"Kita akan mengumumkannya awal tahun depan," kata Jong-Deok Choi (JD Choi), Wakil Presiden Eksekutif (VP) dari Samsung Electronics dan co-Chair dari TSG, usai memberikan keynote di Tizen Developer Conference (2013) di San Fransisco. "TIZEN 3.0 akan dikembangkan untuk smartphone, juga mobil dan apa pun yang menggunakan sistem operasi cerdas. Tujuannya adalah untuk membuka sistem yang tertutup. Dan kita masih akan terus membuka kerja sama dengan Google, dengan itikad baik, serta siap bersaing secara sehat."

Di satu sisi, mengingat pentingnya layanan S Cloud, Samsung kemungkinan akan memberi waktu penyelesaian pengembangan tahap akhir hingga akhir tahun ini agar bisa siap untuk ditampilkan pada perhelatan CES atau MWC tahun depan sebagai waktu yang tepat untuk peluncurannya ke publik. Jika ini sesuai kenyataan, maka kehadiran S Cloud bisa jadi tepat waktunya dalam mendukung TIZEN 3.0 di awal tahun depan.