Operator Asia bergabung bentuk toko aplikasi HTML5


Tiga operator besar Asia masing-masing NTT DoCoMo dari Jepang, KT Telecom dari Korea dan China Mobile dari China telah sepakat untuk membentuk OASIS atau “One Asia Super Inter-Store”, sebuah toko aplikasi bersama untuk smartphone yang bertujuan untuk mempromosikan pertukaran aplikasi HTML5 diantara negara-negara di Asia. NTT, KT dan China Mobile sendiri telah membentuk aliansi strategis untuk framework OASIS tahun lalu.

Pejabat dari KT mengatakan bahwa mereka telah memperkenalkan platform aplikasi untuk NTT DoCoMo, operator seluler terbesar di Jepang dan anggota dari Tizen Association, yang menandai pertama kalinya sebuah perusahaan telekomunikasi Korea telah mengembangkan pasar aplikasi di luar negeri.

Sebelumnya KT telah merilis tool pengembangan aplikasi berbasis HTML5 yang diberi nama Mobello. Tool pengembangan aplikasi ini mampu mendukung berbagai lingkungan mobile dan tersedia untuk setiap pengembang secara gratis. Dengan Mobello, pengembang akan dapat membuat aplikasi yang bekerja baik pada smartphone maupun tablet, sehingga menghemat biaya pengembangan aplikasi dan biaya pemeliharaan.

Pengembangan platform yang bernama "Olleh Market W," juga merupakan bagian dari upaya KT untuk menjadi grup media distribusi global. KT mengatakan platform ini akan memberikan kesempatan bagi pengembang kecil dan menengah di Korea untuk memperkenalkan aplikasi dan konten mereka di luar negeri.

KT juga mendistribusikan beberapa aplikasi pada Olleh Market W di Jepang melalui NTT DoCoMo dari K-Apps, sebuah toko aplikasi HTML5 bentukan pemerintah Korea yang dioperasikan oleh tiga perusahaan telekomunikasi di Korea - SK Telecom, KT dan LG Uplus. Begitu juga NTT DoCoMo telah menawarkan konten dan aplikasi mereka dari "docomo market," sebuah portal internet mobile di Jepang untuk aplikasi mobile dan konten, kepada pelanggan KT di Korea.

Sementara SK Telecom, operator seluler terbesar di Korea dan anggota dari Tizen Association, telah meluncurkan Planet X, sebuah tool open source untuk pengembangan aplikasi HTML5 untuk perangkat mobile seperti smartphone dan tablet.


"Peningkatan kemungkinan HTML5 sebagai platform baru adalah upaya untuk melarikan diri dari pengaruh Apple dan Google," kata seorang pejabat senior dari industri komunikasi mobile di Korea. "HTML5 sebagai standar global yang terbuka akan melengkapi sistem operasi berbasis web seperti TIZEN untuk menjadi semakin kompetitif dan kuat," katanya.