Smart TV akan menjadi pertarungan Samsung - Apple berikutnya


Setelah bertempur habis-habisan di pasar smartphone dan tablet, Samsung Electronics maupun Apple mungkin akan mulai menjajaki pertarungan baru tahun depan - di sektor Smart TV. Beberapa petunjuk dalam satu bulan terakhir, baik dari analis dan CEO Apple Tim Cook sendiri, menunjukkan bahwa perusahaan yang berlokasi di Cupertino ini kemungkinan akan meluncurkan Smart TV berbasis iOS tahun depan.

Sejak tahun 2006, Samsung telah mempertahankan statusnya sebagai produsen TV terbesar di dunia, meninggalkan pesaingnya seperti LG Electronics dan Sony, Sharp dan Panasonic. Setelah mulai merintis pasar Smart TV di tahun 2010 - bersamaan dengan smartphone bada - Samsung berhasil menjual 11 juta unit Smart TV tahun lalu dan diharapkan untuk menjual 25 juta unit tahun ini.

"Smart TV sekarang mencapai hampir setengah dari pengiriman TV global," kata salah satu pejabat dari Samsung.

Rumor Smart TV dari Apple telah marak sebelumnya tetapi hanya baru-baru ini berbagai rincian yang lebih konkret mulai muncul ke permukaan. Pekan lalu, Wall Street Journal yang mengutip sumber-sumber anonim, mengatakan bahwa Apple telah bekerja sama dengan pemasok komponen di Asia - Hon Hai Precision Industry dari Taiwan, juga dikenal sebagai Foxconn, dan Sharp dari Jepang - untuk menguji beberapa prototipe dari satu set televisi baru. Hon Hai sebelumnya dikenal sebagai perakit iPhone dan iPad, dan Sharp adalah pemasok layar untuk iPhone 5 yang baru.

Smart TV baru yang diprediksi akan disebut iTV, akan benar-benar berbeda dari dua generasi terakhir dari Apple TV, yang dirilis pada tahun 2007 dan 2010, dimana merupakan set-top box yang terhubung ke TV yang ada. Apple TV terbaru, yang memungkinkan pengguna untuk mengakses iTunes dan beberapa situs video internet seperti YouTube di televisi mereka, dijual dengan harga $99 untuk beberapa pasar di negara tertentu.

Gene Munster, analis dari Piper Jaffray, sebuah bank investasi AS, memprediksi dalam sebuah laporan bulan lalu bahwa Apple TV dengan ukuran layar antara 42 hingga 55 inci akan diresmikan pada semester kedua tahun depan dan akan dijual dengan harha $1.500 sampai $2.000. Apple tidak mengkonfirmasi laporan itu, tapi secara samar-samar jawabannya tersirat dalam perkataan Tim Cook saat wawancara dengan jaringan TV NBC AS dua pekan lalu.

"Ketika saya masuk ke ruang keluarga dan menyalakan TV, saya merasa seperti saya telah pergi mundur dalam waktu 20 sampai 30 tahun," katanya. "Ini adalah wilayah perhatian yang intens. Saya tidak bisa mengatakan lebih dari itu."

Samsung juga memilih tidak berkomentar terkait kemungkinan peluncuran Smart TV baru dari Apple.

Smart TV sebelumnya secara luas disebut sebagai Connected TV atau Internet TV, perangkat all-in-one dengan layar definisi tinggi yang menawarkan kepada pengguna berbagai video, audio, layanan internet, aplikasi dan game kapanpun mereka inginkan seperti smartphone.

Dengan menggunakan sistem cloud yang menghubungkan perangkat terkait, termasuk smartphone dan tablet, pengguna dapat melihat konten dari smartphone mereka, tablet dan komputer pribadi pada layar yang lebih besar. Smart TV yang futuristik juga memungkinkan pengguna untuk bermain game built-in, yang banyak ahli berharap suatu saat akan bisa menggantikan konsol game tradisional seperti Nintendo Wii, Sony PlayStation dan Microsoft Xbox.

Seiring dengan masuknya ke bisnis Smart TV, Samsung telah meluncurkan toko aplikasi Samsung Apps TV, di mana sebanyak 2.500 konten yang berhubungan dengan aplikasi dan game telah tersedia hingga saat ini.

Menurut analis pasar Informa Telecoms & Media, Smart TV saat ini memegang tingkat penetrasi 27 persen secara global, dan penjualan tahunan yang diperkirakan mencapai 54 juta unit tahun ini. Dan itu hanya awal. Hanya dalam waktu lima tahun, angka penjualan diperkirakan meningkat lebih dari empat kali lipat menjadi 220 juta unit setelah tumbuh rata-rata sebesar 20 persen per tahun.

Global Industry Analysts, analis pasar lainnya, mengatakan dalam sebuah laporan pada Agustus lalu, "Penetrasi pertumbuahan broadband dan kenaikan berikutnya untuk pelanggan internet di seluruh dunia telah dan akan terus mendorong prospek pasar untuk Smart TV. Dan konsumen yang gemar mengakses internet akan memilih untuk mengakses media televisi dan internet dari satu platform daripada menggunakan beberapa perangkat."

"Setelah Smart TV muncul sebagai hub dari berbagai perangkat digital, perusahaan IT global semakin mengincarnya sebagai wilayah yang menjanjikan," kata Kim Chang-hoon, wakil presiden KRG, sebuah perusahaan konsultan industri IT. "Persaingan di pasar Smart TV pasti akan mengikuti pasar dari perangkat mobile," tambahnya.

Samsung sendiri menganggap Smart TV sebagai pendorong pertumbuhan yang paralel dengan pentingnya pertumbuhan smartphone.

Samsung Electronics telah mengatur ulang bisnis utama mereka menjadi tiga unit kunci, yaitu Consumer Electronics (CE), IT & Mobile Solutions (IM) dan Device Solutions (DS). Sebelumnya Samsung Electronics memiliki dua divisi utama: Digital Media & Communications (DMC) dan DS, yang mengawasi komponen termasuk semikonduktor. Lewat struktur baru, mereka menghilangkan divisi DMC, yang meliputi produk barang jadi, dan peningkatan dua sub unit - CE dan IM sebagai divisi atas yang terpisah. Disini jelas sekali bahwa Samsung menginginkan pertumbuhan Smart TV bisa bersaing dengan pertumbuhan perangkat mobile seperti smartphone dan tablet.

Setelah dua tahun di bisnis ini, Samsung kini mencoba untuk memperluas pijakannya di sektor Smart TV dengan ukuran layar ultra-besar. Model terbaru menargetkan konsumen yang menyukai produk premium dengan menawarkan layar 75-inci. Model ES9000, yang dhresmikan secara global pada bulan September yang, dijual dengan harga 19,8 juta won atau sekitar 163 juta rupiah, dan Samsung mengharapkan untuk bisa menjual sebanyak 20 ribu unit tahun ini.