Samsung memilih Enlightenment karena tidak ada yang menandingi fitur, footprint dan kinerjanya


Enlightenment merupakan salah satu proyek desktop open source tertua yang pernah ada. EFL (Enlightenment Foundation Libraries) dibuat untuk mendukung pengembangan Enlightenment, dan akhirnya menjadi sebuah toolkit lengkap untuk membuat aplikasi untuk desktop dan terutama untuk perangkat yang bertenaga lebih rendah seperti smartphone dan tablet. Menyambut akan diselenggarakannya EFL Developer Day saat berlangsungnya LinuxCon Europe pada 5 November mendatang, pemimpin proyek dan kreator EFL Carsten "Rasterman" Haitzler menyampaikan pandangannya tentang perkembangan Enlightenment dan roadmap untuk E17. Carsten Haitzler yang sekarang bekerja untuk Samsung juga menjelaskan kaitan antara EFL dengan TIZEN.

"Hari ini kita memiliki GNOME, KDE, XCFE, Unity, LXDE, Razor-qt, Enlightenment dan beberapa yang lainnya (tergantung jika Anda menghitung MATE dan Trinity, dll). Ini sebenarnya mungkin hanyalah daftar pendek dari banyak Desktop/WM yang digunakan hari ini, tetapi mereka melakukanya jauh lebih banyak. Sangat jauh ketika kita kembali saat Enlightenment dimulai," kata Carsten Haitzler saat menjawab pertanyaan tentang kaitan dan kelebihan Enlightenment dibanding desktop lainnya.

"Enlightenment saat ini menawarkan sebagian besar dari apa yang Anda dapatkan dari GNOME dan KDE, dan mungkin sama jika tidak bisa dibilang sedikit lebih dari XFCE. Hanya saja belum dicoba untuk dikeluarkan bersama dengan rangkaian aplikasi bersamanya. Ini adalah desktop (Window manager, setting, file manager, launching aplikasi dan manajemen) minus aplikasi. Di masa depan kami akan memperluas "portofolio aplikasi" kami, namun sekarang E sudah menawarkan sebagian besar dari apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan pengguna Techie butuhkan dengan semua tombol-swizzle yang mereka inginkan. Enlightenment juga menawarkan footprint yang cukup kecil dalam penggunaan memori, CPU dan disk - dengan mempertimbangkan set fitur yang dihadirkan. Jika Anda ingin sistem milik Anda dikonsumsi lebih banyak untuk aplikasi daripada desktop, maka E17 adalah pilihan yang tepat."

"Tidak seperti GNOME, kami memberikan pilihan konfigurasi yang lebih banyak pada GUI. Kami menawarkan jumlah kemampuan konfigurasi yang sangat banyak di UI melalui tema juga. Kami mendukung standar freedesktop.org dan memiliki UI dengan style UNIX/X11 tradisional dengan grid virtual desktop, pager, key binding dan banyak lagi. E17 akan terasa nyaman bagi siapa saja yang menggunakan pengaturan seperti ini. Kami cukup bersandar pada resource dan memulai dengan cepat. Kami juga memiliki compositor yang mampu 'mematikan dirinya sendiri secara otomatis untuk aplikasi fullscreen' secara manis, seperti KDE."

"Hal terbesar yang dibawa oleh E17 adalah compositing universal. Ini berarti Anda dapat menggunakan desktop composited tanpa menggunakan akselerasi GPU sama sekali, dan menggunakannya dengan baik. Kita tidak bergantung pada implementasi software fallback dari OpenGL. Kami benar-benar memiliki engine software tertentu yang begitu cepat yang mana beberapa pengembang menghabiskan waktunya secara tidak sengaja menggunakannya, tidak menyadari bahwa mereka memiliki compositing software pada pengaturan mereka. E17 akan turun kembali ke compositing software secara otomatis jika akselerasi OpenGL tidak bekerja. Ini sangat baik. Bahkan E17 bisa bekerja dengan sangat baik pada prosesor tua Pentium-M dengan kecepatan 600MHz tanpa dukungan akselerasi rendering satupun. Aku yang sudah melihatnya bekerja pada sistem ARM embedded pada resolusi tinggi sempat bertanya-tanya, 'hmm driver OpenGL perlu sedikit pembenahan', padahal sebenarnya kemudian aku menyadari bahwa akselerasi rendering grafis [GPU] telah dilakukan oleh software. Engine compositing yang sama sebenarnya digunakan untuk segala sesuatu di UI pada E17 dan EFL. Engine itu disebut Evas dan sudah tersedia untuk digunakan oleh siapa saja karena hanya sebuah library."

Ketika ditanya apa hubungan antara EFL dan Samsung, Carsten Haitzler menjelaskan bahwa EFL telah digunakan untuk berbagai proyek TIZEN pada beberapa perangkat elektronik buatannya.

"Beberapa hacker Enlightenment telah bekerja untuk Samsung, membantu mereka menggunakan E dan EFL untuk produk dan proyek-proyek seperti TIZEN. Samsung menggunakan E dan EFL karena sesuai dengan tuntutan dan keinginan untuk menciptakan perangkat yang ramping seperti ponsel, TV, dll. Dengan alasan ramping dan fleksibel, Samsung menggunakan Enlightenment karena tidak ada lagi yang menandingi fitur, footprint dan kinerjanya."

TIZEN menggunakan EFL untuk semua UI dari aplikasi native, dan itu sudah cukup menjadi ajang pembuktian buat EFL library.

Bagaimana dengan masa depan Enlightenment?

"Kami telah meningkatkan basis library kami. Kami telah menambahkan fitur, optimasi, perbaikan bug. Kami juga telah menambahkan library baru. Kami bahkan telah meningkatkan infrastruktur basic core object dan mulai untuk menggabungkan library bersama-sama ke sebuah single source tree untuk meningkatkan kegunaan pengembangan. Kami telah mencoba untuk memoles E17 dan memperbaiki bug dan berbagai fitur yang belum selesai dan belum lengkap."

"Kami sangat sibuk. Sejak awal tahun ini saja kita sudah menempatkan lebih dari 11.000 komit ke dalam source repository kami, merilis 16 library dan tool dua kali dalam rilis utama (1.2 dan 1.7) dan bahkan dimasukkan ke dalam beberapa rilis bugfix juga pada library tersebut."