Smartphone baru Samsung dengan OS TIZEN 2.0 diluncurkan awal 2013


Samsung mengharapkan akan bisa meluncurkan smartphone yang berjalan pada sistem operasi TIZEN pada awal tahun depan. Smartphone yang ditujukan untuk konsumen ini akan menggunakan software versi terbaru TIZEN 2.0. Hal ini disampaikan saat berlangsungnya TIZEN Mini Summit di acara Korea Linux Forum 2012 yang diselenggarakan di hotel JW Marriot di Seoul, Korea Selatan, dimana Samsung bertindak sebagai tuan rumah.

Sebagai anggota dari tim Pengarah Teknis (Technical Steering Group)untuk proyek TIZEN, Samsung dan Intel berharap bisa merilis versi penuh dari TIZEN 2.0 pada bulan Januari 2013, dimana untuk saat ini sudah tersedia untuk versi alpha. Sedangkan konsumen yang berharap bisa menggunakan smartphone TIZEN pertama dari Samsung bisa menunggunya mulai Maret.

Komitmen Samsung pada proyek TIZEN juga ditunjukkan pada tingginya investasi yang mereka keluarkan. Tidak kurang dari 100 miliar won telah digelontorkan oleh Samsung demi suksesnya TIZEN menjadi platform masa depan mereka menggantikan Android. Tidak hanya Samsung, Linux Foundation dan Intel juga akan turut mempromosikan platform software open source ini.

Salah satu pengembang bada dari Samsung yang sekarang ikut mengembangkan TIZEN mengatakan: "Yang membedakan sebelumnya kita memngembangkan secara internal dengan mengambil keuntungan dari inovasi yang telah direalisasikan selama bertahun-tahun. Sekarang kami bisa mengembangkan lebih cepat dalam komunitas open source di tempat dimana kekuatan inovasi untuk mempercepat telah diadopsi menjadi strategi yang tercermin dalam produk ini."


Sebagai anggota premium dari Linux Foundation, Samsung Electronics telah banyak berkontribusi dalam pengembangan kernel Linux, dan saat ini menduduki 10 besar dalam jumlah kontribusi yang diberikan. Misalnya baru-baru ini sebuah filesystem baru untuk driver NAND flash dan kartu memori, F2FS (Flash-Friendly File System), telah diajukan oleh Samsung untuk dimasukkan ke dalam kernel Linux.

"Software open source telah memposisikan dirinya sebagai pendorong bisnis baru di perusahaan saya," kata Park Won-joo, Managing director di Software R&D Center dari Samsung Electronics, seraya menambahkan bahwa lebih dari 90% dari produk Samsung yang memanfaatkan software open source. Samsung mulai menerapkannya pada produk peralatan rumah tangga pada tahun 2003, ketika menandatangani kontrak lisensi dengan MontaVista. Sejak 2006, Samsung Electronics telah memanfaatkan platform Linux dalam skala penuh. Oleh karena itu, proyek TIZEN adalah bagian penting dari strategi Samsung ke depannya.

Samsung Electronics juga berharap bisa mengambil keuntungan dari manajemen lisensi open source yang secara sistematis telah terdaftar. Lewat serangkaian sengketa hukum, Samsung kini telah menyadari pentingnya penggunaan software yang sah. Namun karena software Android yang digunakan sekarang adalah milik pihak luar, Samsung tidak bisa berbuat banyak selain mengembangkan alternatif pengganti yang layak.

Mengenai bada, sistem operasi yang dikembangkan sendiri oleh Samsung, akan diintegrasikan dengan TIZEN untuk memperkuat dan memperkaya ekosistem keduanya. Samsung masih akan memberikan dukungan untuk beberapa perangkat bada yang telah beredar di pasaran, apakah akan diperbarui ke versi yang lebih baru atau ke TIZEN. Kedua platform software ini diharapkan bisa saling mendukung di masa depan.