Samsung mengambil banyak pelajaran sebelum merilis perangkat TIZEN pertama


Menurut Lead Evangelist TIZEN (dan juga bada) untuk Samsung, Cheng Luo, evolusi dari sistem operasi mobile TIZEN telah mengajarkan tim pengembangan software Samsung sejumlah pelajaran menjelang peluncuran handset pertama TIZEN tahun depan.

Ketika berdiskusi membahas pengembangan platform open source TIZEN yang berbasis Linux untuk perangkat multi-platform di konferensi AppsWorld yang berlangsung di London antara tanggal 2-3 Oktober 2012, Cheng Luo mengatakan bahwa kebutuhan untuk semua partisipan untuk menggunakan standar terbuka seperti HTML5 ketika mengembangkan sebuah OS telah menjadi jelas.

Namun, ia menambahkan bahwa HTML5 telah menjadi "overhyped" (terlalu dibesar-besarkan); meskipun banyak "cool stuff" (hal-hal yang keren), itu masih dibatasi oleh frame rate nya. Cheng Luo mengatakan bahwa teknologi tersebut (HTML5) seharusnya tidak digunakan untuk bersaing dengan aplikasi asli (native) tetapi lebih untuk "mengisi kekosongan" dalam fungsi.

"Dalam hal perizinan dan pengelolaan, strategi jangka panjang terbaik telah ditemukan untuk tercipta 'pengelolaan yang transparan'," kata Cheng Luo.

Cheng Luo juga menekankan pentingnya dukungan industri untuk TIZEN agar berhasil. Saat ini TIZEN melalui TIZEN Association selain didukung oleh Samsung dan Intel, juga turut didukung oleh pemain utama dalam industri mobile seperti NTT DoCoMo, Huawei, NEC, Panasonic, Orange, Telefonica, SK Telecom, Sprint, dan Vodafone.

"Untuk membuat proyek open source bergerak maju kita perlu kepemimpinan yang kuat. Anda tidak dapat membangun sebuah ekosistem yang sehat tanpa pemimpin industri," katanya.

Versi alpha dari Tizen 2.0 SDK beserta Source Code nya baru saja diluncurkan, termasuk lingkungan pengembangan terpadu yang telah ditingkatkan, user interface (UI) framework dan device API yang lebih banyak. Tidak lupa Cheng Luo juga mengkonfirmasi bahwa perangkat pertama TIZEN untuk konsumen dijadwalkan akan dirilis awal tahun depan.