jQuery Conference Asia 2012 akan diadakan di Korea bulan depan


jQuery Conference Asia 2012 yang pertama akan diadakan di hotel Renaissance di Seoul, Korea Selatan, pada tanggal 12 November mendatang. Ini untuk pertama kalinya dalam setahun Korea menjadi tempat berlangsungnya konferensi software tingkat dunia setelah W3C HTML5 Day ASIA Conference 2012 dan Korea Linux Forum 2012 dimana Samsung ikut berpartisipasi di dalamnya.

"Menurut jQuery Mobile team, Korea Selatan adalah negara yang paling populer untuk pengembangan jQuery Mobile di dunia," kata Ralph Whitbeck dari jQuery Foundation.

jQuery adalah JavaScript library lintas browser yang dirancang untuk menyederhanakan client-side scripting dari HTML. jQuery dirilis pada Januari 2006 di BarCamp NYC oleh John Resig dan telah digunakan oleh lebih dari 52% dari 10.000 situs yang paling banyak dikunjungi, sehingga menempatkan jQuery JavaScript library paling populer yang digunakan saat ini. jQuery bersifat gratis, open source, dan berada dibawah lisensi dari MIT atau GNU General Public.

"jQuery telah berkembang selama hampir 7 tahun untuk menjadi JavaScript library yang paling banyak digunakan. Apa yang direncanakan untuk jQuery 2.0, dan proyek terkait jQuery UI, jQuery Mobile, QUnit, and TestSwarm. Kita juga akan membahas jQuery Foundation, yang mendukung perkembangan tersebut dan komunitas di sekitar mereka," kata Richard D. Worth, Direktur Eksekutif dsri jQuery Foundation, yang akan membuka konferensi ini sekaligus membawakan sesi dengan judul "The State of jQuery".


Tidak kurang dari 9 sesi yang akan dihadirkan dan dibahas secara mendalam dalam konferensi yang diadakan oleh jQuery Foundation, DaVinci dan incross ini. Ketua W3C HTML5 Korea Lee Won-suk yang kini juga bekerja di Samsung setelah munculnya proyek TIZEN juga akan ikut menjadi pembicara dengan tema "HTML5 and New Era".

"Kita telah memasuki "era mobile" di mana teknologi standar telah membuka pintu untuk sebuah platform web terbuka - sebuah platform generasi baru yang memberikan kebebasan dengan kompatibilitas aplikasi," kata Lee Won-suk.