Huawei akan membuat smartphone dengan interaksi 3D dan penyimpanan tak terbatas


Huawei Technologies bertujuan untuk membawa smartphone bebas sentuhan (touch-free) dan penyimpanan awan (cloud) yang lebih murah untuk pengguna. Untuk itu, Huawei akan meningkatkan pengeluaran dalam penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) dalam rangka membawa teknologi "disruptif" yang yang akan mengubah lanskap pasar.

"Kita berfokus pada teknologi disruptif dan mengambil ide-ide menarik dan mengubahnya menjadi sesuatu yang menarik," kata John Roese, general manager dari Huawei North American research and develop center, pada hari Jumat kemarin kepada Computerworld.

Perusahaan yang berbasis di China sebelumnya dikenal sebagai pemasok peralatan telekomunikasi. Tapi Huawei dengan ambisius telah memperluas bidang usahanya ke bisnis teknologi yang langsung mengarah kepada konsumen dan perusahaan, dan bertujuan untuk menyediakan berbagai produk IT termasuk smartphone dan tablet bermerk Huawei, bersama dengan server dan penawaran komputasi awan.

Tahun lalu, Huawei menghabiskan $3,76 milyar (sekitar 35 triliun rupiah) pada penelitian dan pengembangan, sehingga 11.000 karyawan baru direkrut untuk divisi R&D mereka. Untuk tahun ini, pengeluaran R&D Huawei diperkirakan akan tumbuh sebesar 20% menjadi sekitar $4,5 miliar (sekitar 41 triliun rupiah).

Roese, yang berbicara kepada wartawan pada hari Jumat, mengelola staf R&D dari 1.000 karyawan di Amerika Utara, dan merupakan mantan CTO Nortel. Salah satu teknologi yang sedang dikerjakan oleh Huawei adalah smartphone bebas sentuhan, dengan memungkinkan perangkat untuk membaca gerakan tangan pengguna untuk memulai perintah.

"Bagaimana jika Anda menggunakan kamera dari tablet atau smartphone dan menggunakannya untuk menangkap visualisasi tangan Anda," katanya. "Jadi bayangkan untuk tidak menyentuh smartphone, Anda sebenarnya dapat memiliki interaksi tiga dimensi dengan itu."

Layar sentuh pada smartphone dan tablet saat ini memungkinkan penggunaan beberapa jari untuk mengeluarkan perintah tertentu ketika menekan pada layar. Tetapi, kata Roese, pengguna hanya memiliki lima jari di tangan, membatasi jumlah perintah yang dapat dibuat. Dia menambahkan bahwa menggunakan gerakan tangan, bagaimanapun, akan memungkinkan pengguna untuk lebih mudah membawa obyek ke depan, mendorongnya kembali atau memutarnya dalam graphical user interface pada smartphone.

Menurut Roese, smartphone bebas sentuhan dari Huawei akan membutuhkan prosesor grafis yang kuat dan juga dua kamera menghadap ke depan untuk sepenuhnya membaca gerakan tangan pengguna. Teknologi ini akan ditambahkan secara bertahap dari waktu ke waktu, dimulai dengan fitur kecil, dan kemungkinan akan dimulai pada tablet terlebih dulu.

Selain teknologi mobile, Huawei juga ingin membuat penyimpanan awan menjadi lebih murah. Huawei telah bermitra dengan CERN, Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir, untuk menyelidiki teknik penyimpanan baru. Melalui kemitraan ini, sistem penyimpanan awan Huawei akan digunakan untuk memproses dan menyimpan 15.360 TB data fisik yang diambil setiap tahun. Roese percaya penelitian ini bisa merevolusi arsitektur komputasi penyimpanan.

"Jika kita berhasil, yang saya pikir kita akan, secara harfiah bisa mengubah ekonomi dari penyimpanan dengan urutan besarnya," kata Roese. Dia juga menambahkan bahwa pemasok dapat memberikan backup yang tak terbatas dan orang hanya dikenai biaya apabila mereka harus mengembalikannya-restorenya, sementara masih bisa menghasilkan uang.

"Dari semua proyek, dan ada banyak proyek yang bagus, yaitu salah satunya yang bisa memiliki dampak besar pada pasar," katanya.