Huawei targetkan 60 juta smartphone di 2012


Sebagai anggota termuda dari Tizen Association Board, Huawei memiliki ambisi yang sangat besar tahun ini. Di tengah menggeliatnya pasar smartphone yang juga dibarengi dengan bermunculannya vendor-vendor baru, ternyata hanya beberapa vendor saja yang bisa menghasilkan keuntungan dari sana. Dan Huawei ingin menjadi salah satu dari yang sedikit itu.

"Di masa depan, dalam industri handset, hanya tiga sampai empat vendor yang bisa bertahan hidup," kata Chairman dari Huawei Device Richard Yu dalam sebuah wawancara video dengan Mobile World Live. "Kami berharap kami akan menjadi salah satu yang bisa bertahan."

Yu mencatat bahwa saat ini 95 persen dari semua keuntungan di industri handset dimiliki oleh dua perusahaan: Samsung dan Apple. Dan sementara kualitas jelas merupakan prioritas nomor satu agar merek Huawei dikenal, skala juga sangat penting untuk Huawei. Yu menyebutkan bahwa agar sebuah perusahaan untuk bertahan hidup itu benar-benar perlu memiliki skala. Huawei berhasil mengirimkan 20 juta smartphone tahun lalu, naik dari lima juta di tahun sebelumnya. Tahun ini, Yu mengharapkan perusahaannya untuk bisa mengapalkan 60 juta smartphone agar menjadi salah satu perusahaan yang bisa meraup keuntungan di pasar smartphone.

Dengan bergabung menjadi anggota dari Tizen Association Board, Huawei bertujuan untuk membuat dan mengkomersialisasikan handset Tizen untuk berbagai pasar dan bersama-sama dengan perusahaan Board lain akan mengarahkan Tizen untuk melayani kebutuhan industri dalam skala besar untuk sebuah platform software perangkat dan ekosistem yang independen.

"Seluruh industri sedang konsolidasi," kata Yu.

Saat ini Huawei masih mengandalkan Android sebagai penghasil keuntungan untuk divisi handset mereka. Namun di tengah ketidakpastian Android sebagai platform terbuka sejak Google mengakuisisi Motorola, bergabung dengan Tizen akan membuat Huawei menjadi lebih leluasa dalam menentukan dan mengontrol masa depannya sendiri.