MeeGo dan Tizen akan memiliki beberapa interoperabilitas


Intel mengatakan bahwa aplikasi yang ditulis untuk netbook MeeGo akan bekerja pada perangkat yang menjalankan Tizen, proyek OS mobile berbasis Linux dari Intel dan Samsung, tapi aplikasi MeeGo yang ditulis untuk smartphone tidak akan bekerja pada perangkat Tizen.

Pada hari Selasa kemarin, LiMo Foundation mengumumkan pengembangan sistem operasi mobile baru yang akan diselenggarakan oleh Linux Foundation. Meskipun dalam pengumuman LiMo ini tidak pernah menyebutkan Intel atau Meego, namun Intel menulis dalam sebuah posting blog yang akan mendukung Tizen dengan mengorbankan Meego.

Meego dibentuk awal tahun lalu melalui penggabungan dua proyek OS terpisah di Intel dan Nokia. Namun pada akhirnya gagal untuk tinggal landas dan Nokia merilis ponsel pertama dan terakhir Meego pada minggu ini yang sebenarnya tidak murni berbasis MeeGo.

Imad Sousou, direktur Intel Open Source Technology Center, mengatakan bahwa karena netbook Meego sekarang sudah dianggap "cukup mapan," Intel akan menambah API (application programming interfaces) untuk memastikan aplikasi yang ditulis untuk MeeGo akan bekerja di Tizen. Samsung, Asus, Dell, Acer, Lenovo, HP dan Toshiba telah membuat perangkat Meego, tetapi mereka hanya memiliki kehadiran yang minimal di pasar.

"Pada perangkat mobile, jelas, situasinya akan berbeda dalam hal penyebaran," kata Sousou. Karena ada beberapa ponsel Meego yang telah digunakan, Intel telah memutuskan untuk tidak membebani Tizen dengan warisan API dari MeeGo, katanya.

MeeGo adalah proyek kerjasama Intel dan Nokia lewat penggabungan platform Intel Moblin dan Nokia Maemo. Dan karena perangkat ponsel MeeGo lebih banyak menggunakan API Maemo milik Nokia (terutama Qt) maka jelas Tizen tidak akan bisa menggunakan yang menjadi milik Nokia dalam pengembangannya.

Tizen akan menggunakan kembali sejumlah kecil warisan dari Meego. Menurut Sousou, beberapa komponen dari Meego, termasuk sistem file dan distribusi OS Linux, akan digunakan dalam Tizen. Sedangkan fitur lainnya sudah dibagi antara Meego dan LiMo, platform open-source lainnya untuk ponsel yang didukung oleh Samsung, termasuk middleware dan sistem manajemen koneksi yang begitu banyak, juga akan menjadi bagian dari Tizen.

"Hal yang perlu diingat adalah bahwa Meego dan hasil kerja yang sudah dilakukan terutama oleh Samsung dan LiMo selama ini sedikit memiliki akar yang sama," kata Sousou. LiMo merupakan mitra penting dalam proyek ini karena banyak operator yang terlibat didalamnya. Dan memiliki pelanggan dan masukan industri akan menjadi penting untuk pengembangan Tizen, katanya.

Sousou juga mengatakan bahwa proyek Tizen ini telah disusun sedemikian rupa sehingga tidak ada entitas tunggal dapat mengontrol pembangunan atau memblokir perusahaan lain dari kontribusi. Ia berharap hal ini akan bisa mendorong partisipasi dari perusahaan-perusahaan lainnya yang mungkin menjadi pesaing Samsung dan Intel.

Intel tampaknya menahan beberapa rincian dari Tizen. Ditanya mengapa konsumen akan memilih ponsel yang mnjalankan Tizen bukan Android, iOS atau Windows Phone, Sousou mengatakan ia tidak siap untuk menjawab pertanyaan itu saat ini tapi akan berbicara tentang hal itu di masa depan. Dia juga menolak untuk mengatakan mengapa pembuat handset mungkin akan tertarik dengan Tizen.

Jack Gold, analis J. Gold Associates memberi pendapatnya bahwa salah satu alasan produsen ponsel mungkin akan menggunakan Tizen adalah karena tampak bahwa platform baru ini akan benar-benar terbuka. Dia memprediksi Google akan mulai mengawasi dengan ketat pada berapa banyak kustomisasi yang dapat dilakukan oleh pembuat handset dengan Android. Pembuat ponsel seperti HTC telah mengembangkan user interface mereka sendiri untuk Android, tetapi software tambahan tampaknya telah memperlambat proses update ponsel ke versi terbaru dari sistem operasi.

Produsen yang ingin UI yang bisa dengan mudah disesuaikan akan tertarik dengan Tizen. Selain itu, beberapa pembuat handset yang menggunakan Android saat ini mulai waspada terhadap akuisisi Motorola oleh Google, karena banyak yang berpikir Google dapat memberikan preferensi untuk Motorola. Selain itu banyaknya tuntutan paten yang mendera vendor Android sedikit demi sedikit membuat platform ini menjadi lebih mahal ongkos produksinya, bahkan jika dibandingkan dengan platform lisensi yang tidak gratis. Jika sudah demikian, Tizen bisa menjadi alternatif yang menggiurkan untuk Android.